Gol A Gong Tegaskan Akun Instagram 'Duta Baca Indonesia' Tak Terkait Perpusnas
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) — Penulis dan pegiat literasi Gol A Gong menegaskan bahwa akun media sosial @dutabacaindonesia_ yang menggelar pemilihan "Duta Baca Indonesia 2025" dengan sistem voting berbayar tidak memiliki keterkaitan dengan dirinya maupun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Ia menyatakan keberatan atas penggunaan nama “Duta Baca Indonesia” yang merupakan program resmi negara.
Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/5/2025), Gol A Gong mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ajang tersebut dapat menyesatkan masyarakat dan merugikan reputasinya sebagai Duta Baca Indonesia yang sah untuk periode 2021–2025.
“Duta baca itu tidak etis kalau harus bayar. Saya khawatir peserta mengira ajang ini berasal dari negara. Apalagi masa tugas saya berakhir pada 2025. Bisa saja mereka menganggap ajang ini untuk menggantikan saya,” ujar Gol A Gong.
Ia menegaskan, penyelenggaraan ajang menggunakan nama "Duta Baca Indonesia" seharusnya mendapat otorisasi dari Perpusnas. Tanpa hal tersebut, ajang ini bisa menimbulkan kesalahpahaman publik dan berisiko menjadi ladang komersial yang mencederai semangat literasi.
Menurut Gol A Gong, terdapat kriteria khusus untuk menjadi Duta Baca Indonesia, yakni harus merupakan figur publik, menjadi teladan, memiliki kompetensi literasi, serta memiliki komunitas baca.
Sebelumnya, akun Instagram @dutabacaindonesia_ dilaporkan menggelar ajang pemilihan 2025 dengan skema dukungan suara berbayar melalui QRIS. Setiap lima suara dikenai biaya Rp30.000, di samping kewajiban membayar Rp500.000 untuk biaya karantina daring dan lisensi. Seleksi tidak mencantumkan penilaian literasi dan tidak melibatkan .

















