Fakta-fakta Muktamar ke-10 PPP yang Hasilkan Dua Kubu Kepemimpinan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar ke-10 di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu hingga Senin (27–29/9/2025). Namun, forum tertinggi partai berlambang Ka’bah itu berlangsung panas hingga berujung pada munculnya dua klaim kepemimpinan ketua umum, yakni Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto.
Berikut rangkuman fakta-fakta terkait dinamika Muktamar ke-10 PPP:
1.Tensi Politik Tinggi Sejak Pembukaan
Sejak awal, suasana muktamar sudah dipenuhi ketegangan. Pidato Muhamad Mardiono sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum memicu teriakan berbeda dari kader. Sebagian peserta menyerukan “lanjutkan”, sementara sebagian lainnya menuntut “ketua baru”.
2.Ricuh dan Pelemparan Kursi
Ketegangan berlanjut menjadi kericuhan ketika Mardiono meninggalkan ruang sidang. Adu mulut, saling dorong, hingga pelemparan kursi terjadi di antara peserta. Aparat keamanan akhirnya turun tangan untuk meredakan situasi.
3. Mardiono Klaim Terpilih Aklamasi
Mardiono mempercepat jalannya muktamar dengan menetapkan dirinya sebagai ketua umum melalui aklamasi yang dipimpin Wakil Ketua Umum PPP, Amir Uskara.
“Sebanyak 80 persen pemilik suara menyetujui percepatan ini,” ujar Mardiono.
















