BMKG: El Nino Menguat, Kemarau Meluas ke 72,8% Wilayah Indonesia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Musim kemarau di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang semakin signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, berdasarkan analisis terbaru, sebagian besar wilayah Tanah Air kini telah memasuki fase kemarau, seiring menguatnya fenomena El Niño yang diperkirakan akan mencapai kategori kuat pada tahun ini. Namun demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah daerah akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.
Hasil analisis perkembangan musim kemarau pada Dasarian II Juli 2026 menunjukkan bahwa 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa musim kering kini telah mendominasi sebagian besar kawasan Nusantara.
Wilayah yang saat ini mengalami musim kemarau meliputi bagian utara Aceh, bagian selatan Sumatera Utara, selatan Riau, selatan Sumatera Barat, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu, sebagian Jambi, Sumatera Selatan, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Timur, wilayah selatan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, hingga Papua Selatan.
Selain meluasnya , pemantauan terhadap Hari Tanpa Hujan (HTH) juga memperlihatkan peningkatan durasi kekeringan di berbagai wilayah. Analisis kondisi iklim terbaru menunjukkan bahwa lama hari tanpa hujan di Indonesia bervariasi, mulai dari kategori sangat pendek hingga kategori ekstrem panjang.















