Dari kiri-kanan: Sri Mulyani Indrawati, Arifatul Choiri Fauzi, Widiyanti Putri, Meutya Hafid, Rini Widyantini. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Prabowo Subianto telah melantik menteri dan wakil menteri (wamen) Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024). Sesuai nomenklatur terbaru, total terdapat 48 kementerian Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Jumlah itu terdiri dari tujuh menteri koordinator dan 41 kementerian teknis. Dari jumlah itu terdapat lima kementerian yang dipimpin oleh perempuan.
Dalam sejarah kabinet di Indonesia, jumlah menteri perempuan bervariasi. Di era Presiden Soekarno, hanya dua menteri perempuan. Memasuki era Soeharto, jumlah menteri perempuan naik drastis menjadi sembilan orang. Memasuki masa peralihan pemerintahan dari Soeharto ke BJ Habibie, jumlah menteri perempuan Kembali turun menjadi dua.
Memasuki era reformasi, jumlah menteri perempuan tidak berubah di masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yakni dua orang. Begitu juga pada masa Presiden Megawati, hanya ada dua menteri perempuan.
Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), perempuan mendapat kesempatan lebih banyak di kabinet, yakni delapan orang. Jumlah naik tipis pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni sembilan orang.
Sembilan menteri perempuan di era periode pertama Jokowi, yakni Puan Maharani (Menko PMK), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Nila F Moeloek (Menteri Kesehatan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Yohana Yembise (Menteri PPPA), dan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial).
Hanya pada periode kedua Jokowi, turun menjadi lima, yakni Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan), Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), I Gusti Ayu Bintang Darmavati (Menteri PPPA).
Di era Prabowo, jumlah menteri perempuan juga ada lima. Di antara perempuan yang menghiasi dua periode kabinet Jokowi, hanya satu yang bertahan, yakni Sri Mulyani. Berikut lima menteri perempuan dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran:
1. Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani dipercaya menjai Menteri Keuangan. Ia sebelumnya telah berpengalaman dalam posisi ini di bawah kepemimpinan SBY dan Jokowi. Ia juga pernah menjaba Direktur Pelaksana Bank Dunia, menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki posisi tersebut.
2. Arifatul Choiri Fauzi
Arifatul Choiri Fauzi dipercaya Menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Arifatul merupakan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
3. Widiyanti Putri
Widiyanti Putri terpilih menjadi Menteri Pariwisata menggantikan Sandiaga Uno. Widiyanti adalah seorang pengusaha sukses yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer di PT Teladan Resources.
4. Meutya Hafid
Meutya Hafid terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Digital. Meutya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI periode 2019-2024. Perempuan asal Bandung, Jawa Barat, ini kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024-2029.
Ia memiliki pengalaman panjang sebagai seorang jurnalis televisi dan namanya mulai dikenal publik setelah insiden penyanderaan di Irak pada tahun 2005 bersama seorang kamerawan Metro TV.
5. Rini Widyantini
Rini terpilih sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggantikan Abdullah Azwar Anas. Rini merupakan sosok birokrat tulen.
Rini memulai karier di Kementerian PANRB sebagai analis kebijakan pada Asisten Deputi Urusan Pelaksanaan Kebijakan pada 2 Juli 1997 hingga terakhir menjabat Sekretaris Kementerian PANRB sejak 2022.
1. Ribka Haluk
Ribka merupakan birokrat asal Papua yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri. Ia merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur Papua, meskipun hanya berstatus penjabat.
2. Ni Luh Puspa'
Menjabat Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa sebelumnya dikenal sebagai presenter berita di salah satu stasiun televisi nasional. Ia akan mendampingi Widiyanti Putri untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia.
3. Veronica Tan
Veronica ditugaskan sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Veronica adalah mantan istri eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan aktif dalam berbagai bisnis serta kegiatan sosial.
4. Christina Aryani
Ditunjuk sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran di BP2MI, Christina merupakan politikus dari Partai Golkar dan sebelumnya aktif sebagai anggota DPR RI.
5. Stella Christie
Menjadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella dikenal sebagai akademisi di bidang cognitive science dan Guru Besar di Tsinghua University, China.
6. Dyah Roro Esti Widya Putri
Dyah Roro merupakan politikus Partai Golkar yang ditunjuk menjadi Wakil Menteri Perdagangan.
Dyah Roro memegang gelar MSc dalam Teknologi Lingkungan dengan fokus dalam Manajemen Polusi, dari Imperial College London. Dia juga memegang gelar Sarjana Ekonomi dan Sosiologi dari Universitas Manchester.
7. Ratu Isyana Bagoes Oka
Isyana dipercaya menjadi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Isyana adalah politikus PSI yang berkarier cukup lama sebagai jurnalis.
8. Diana Kusumastuti
Diana diangkat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Diana merupakan birokrat yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Cipta Karya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
9. Irene Umar
Irene dipercaya sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Irene memiliki latar belakang yang luas di berbagai sektor, termasuk perbankan dan industri kreatif seperti gim dan teknologi blockchain.