Ilustrasi - BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat dan angin kencang di 5 wilayah Indonesia hingga 21 Juni 2026. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 19–21 Juni 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Sejumlah wilayah masuk kategori peringatan dini dengan tingkat kewaspadaan lebih tinggi karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan embusan angin kencang.
BMKG menetapkan 2 wilayah dalam kategori Siaga, yaitu:
1. Sumatera Utara
2. Kepulauan Bangka Belitung
Di kedua wilayah tersebut, masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan, banjir, maupun longsor di daerah rawan.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pelayaran, perikanan, dan transportasi udara. Wilayah yang berstatus waspada angin kencang meliputi:
1. Nusa Tenggara Barat
2. Nusa Tenggara Timur
3. Maluku
Secara umum, kondisi atmosfer di berbagai daerah masih mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Masyarakat di sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas transportasi.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di berbagai daerah, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Masyarakat yang berada di wilayah pesisir maupun daerah terbuka diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di lokasi yang berisiko saat hujan deras maupun angin kencang terjadi. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.