Presiden Prabowo Subianto tahun ini memberikan satu ekor sapi kurban jenis Limousine dengan bobot 1.250 kilogram atau 1,25 ton untuk Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI)-Presiden Prabowo Subianto menyalurkan ratusan hewan kurban kepada masyarakat melalui program Sapi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas). Tahun ini, Presiden memberikan satu ekor sapi kurban jenis Limousine dengan bobot 1.250 kilogram atau 1,25 ton untuk Masjid Istiqlal, Jakarta.
Hal ini sebagai simbol perhatian dan kedekatan Presiden dengan rakyat dalam momen keagamaan yang penuh makna ini. Jumlah total hewan kurban yang diberikan mencapai 985 sapi. Sementara sebanyak 607 sapi disebar pada 38 Provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyatakan bahwa sapi yang disiapkan sebagai hewan kurban Presiden telah melalui proses seleksi ketat sesuai syariat Islam serta standar kesehatan hewan.
“Sapi bantuan Presiden sudah memenuhi seluruh syarat syariat Islam, mulai dari usia, kondisi fisik, hingga kesehatan. Tim medis hewan dan ahli agama telah memastikan kelayakannya sebagai hewan kurban,” ujar Juri, Kamis (5/6/2025).
Penyaluran sapi kurban ini bukan semata-mata seremoni, melainkan bagian dari komitmen Presiden dalam memperkuat solidaritas dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Dalam tradisi berkurban, tersimpan nilai-nilai pengorbanan, kebersamaan, dan keikhlasan yang sangat relevan dengan semangat membangun bangsa yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut Juri Ardiantoro, momen Iduladha menjadi kesempatan penting untuk merekatkan persaudaraan antarwarga negara. “Kurban bukan hanya ibadah individu, tapi juga menjadi penguat soliditas nasional. Saat masyarakat saling berbagi dan merasakan manfaat bersama, di situlah nilai kebangsaan kita tumbuh,” tambahnya.
Pemerintah berharap semangat kurban tahun ini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tapi juga menjadi refleksi nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong yang menjadi fondasi Indonesia. Penyaluran sapi bantuan Presiden ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat dalam semangat Iduladha.
Juri menambahkan, momen Iduladha menjadi kesempatan penting untuk merekatkan persaudaraan antarwarga negara. “Kurban bukan hanya ibadah individu, tapi juga menjadi penguat soliditas nasional. Saat masyarakat saling berbagi dan merasakan manfaat bersama, di situlah nilai kebangsaan kita tumbuh,” katanya.
Juri juga menekankan pentingnya keteladanan dalam berkurban. Dalam tradisi berkurban, tersimpan nilai-nilai pengorbanan, kebersamaan, dan keikhlasan yang sangat relevan dengan semangat membangun bangsa.
“Presiden memberikan contoh nyata dalam berbagi. Ini adalah keteladanan yang seharusnya menginspirasi kita semua. Saya menghimbau kepada masyarakat yang mampu, agar menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan semangat gotong royong dan solidaritas, kita bisa membangun kemakmuran bersama,” jelasnya.
Penyaluran sapi bantuan Presiden ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat dalam semangat Iduladha.