Dorong Ketahanan Pangan, Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,7 Triliun
Abdul Rahman Ahdori






"Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikir lah untuk bangsa, berpikir lah untuk rakyat, berpikir lah untuk kebaikan semua. Berpikir lah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.
Adapun lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, dengan kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dan luas genangan 46,16 hektare.
Kemudian Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare.
Selanjutnya Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, berkapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700 hektare.
Prabowo juga meresmikan Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, yang memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare.
Sementara itu, Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.
Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut dirancang untuk mendukung layanan irigasi seluas 39.540 hektare serta menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik.
Selain itu, bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir, terutama di wilayah hilir, sekaligus mendukung penyediaan energi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan kelima bendungan berlangsung dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.
Menurut Dody, pembangunan bendungan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, melainkan membangun fondasi kedaulatan bangsa.
"Kamu berharap keberadaan lima bendungan ini dapat memperkuat sistem pengairan di berbagai daerah sekaligus mendukung target ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional," ucapnya.

