Sejarah dan Fakta Jurusan Fakultas Kehutanan UGM yang Menuai Polemik
Thomas Pulungan
YOGYAKARTA, (ERAKINI) - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan (KAGAMAHUT) menggelar reuni angkatan 1980 di Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/7/2025). Namun, reuni ini masih menyisakan polemik terkait jurusan di UGM.
Salah satu alumni bernama Mulyono yang mengaku teman satu angkatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menyebut dulu tidak ada penjurusan di Fakultas Kehutanan UGM. "Dulu tidak ada jurusan. Saya Fakultas Kehutanan, cuma skripsinya saya ambil bidang Ekonomi Manajemen," kata Mulyono. "Jadi tidak ada jurusan. Saya tegaskan tidak ada jurusan," sambungnya.
Namu, sesepuh Fakultas Kehutanan UGM Prof Mohammad Naiem membantah keras pengakuan Mulyono. Dalam sebuah video singkat yang ramai di media sosial, Naiem menegaskan pada tahun 1978-1998, kurikulum perguruan tinggi sudah berubah menjadi sistem kredit semester (SKS), sehingga setiap mahasiswa diwajibkan memilih jurusan sejak awal kuliah.
Menurut Naiem, Fakultas Kehutanan UGM awalnya hanya memiliki tiga jurusan, yakni Silvikultur, Manejemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan. Kemudian pada 1978 bertambah Konservasi Sumber Daya Hasil Hutan.
Lantas seperti apa dan di ? Mengutip laman resmi UGM, Selasa (29/7/2025), secara resmi berdiri pada 17 Agustus 1963. Pada awal berdiri 19 Desember 1949, UGM hanya memiliki enam fakultas, salah satunya Fakultas Pertanian.


















