Pecahkan Masalah Akut 80 Tahun, Kemenkes Buka 6 Prodi Baru di RS Pendidikan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka enam program studi (prodi) baru di rumah sakit penyelenggara pendidikan utama. Hal ini sebagai upaya memecahkan persoalan akut terkait kekurangan dokter spesialis di Indonesia.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masalah distribusi dokter spesialis merupakan salah satu tantangan besar yang belum terpecahkan sejak hampir 80 tahun Indonesia merdeka.
Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes memperkirakan akan diperlukan waktu sekitar 15 tahun bagi Indonesia untuk memenuhi rasio kebutuhan dokter spesialis sesuai standar WHO, yaitu 0,28 per 1.000 penduduk.
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Kemenkes melalui program Transformasi Kesehatan memfasilitasi 420 rumah sakit pendidikan untuk mendidik lebih banyak dokter dan dokter spesialis di luar jalur universitas. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan dokter dan dokter spesialis di seluruh Indonesia.
"Kita punya 3.000 rumah sakit, 420 rumah sakit sebagai rumah sakit pendidikan untuk mendidik lebih banyak dokter dan dokter spesialis. Dengan demikian, lebih cepat pemenuhan dokter dan dokter spesialis di seluruh Indonesia," katanya.
Program tersebut akan memprioritaskan dokter-dokter putra daerah sebagai peserta pendidikan dokter spesialis di .
















