Search

Cuaca Panas di Jakarta Berlanjut, Hari Ini Diprediksi Tembus 35°C

JAKARTA, (ERAKINI) – Cuaca panas di Jakarta masih berlanjut. Hari ini puncaknya mencapai 35 derajat Celcius (°C) pada siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta pada Selasa (17/3/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga malam hari. Meski relatif stabil, suhu udara diprediksi cukup panas.

Pada pagi hari seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Kepulauan Seribu, diperkirakan cerah berawan. Suhu udara pada pagi berkisar antara 25-28°C.

Memasuki siang hari, suhu udara diperkirakan meningkat cukup signifikan. BMKG memprediksi langit Jakarta tetap berawan hingga cerah berawan, dengan suhu tertinggi mencapai 35°C di wilayah Jakarta Selatan. Sementara itu, wilayah lainnya diperkirakan berada pada kisaran 30-34°C.

Pada sore hingga malam hari, kondisi cerah berawan masih akan menyelimuti sebagian besar wilayah ibu kota dengan suhu udara yang mulai turun ke kisaran 28-32°C.

BMKG juga mencatat kecepatan angin di Jakarta berkisar antara 7 hingga 15 kilometer per jam. Sementara tingkat kelembapan udara diperkirakan berada pada rentang 60 hingga 90 persen.

Penyebab Panas
Jakarta dan sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir dilanda cuaca cukup panas. BMKG mencatat setidaknya terdapat 20 kota dengan suhu terpanas mencapai 35 derajat celcius. Pada periode 14-15 Maret 2026, Jakarta menjadi kota yang terpanas dengan suhu mencapai 35,6°C. 

Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Ramdhani mengatakan, kondisi panas merupakan fenomena yang kerap terjadi setiap masa peralihan musim.

Berkurangnya tutupan awan membuat radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara lebih optimal, sehingga suhu udara meningkat. 

Selain itu, kecepatan angin yang relatif lemah menyebabkan proses pendinginan alami di permukaan tidak berlangsung efektif dalam membantu pendinginan alami di permukaan.

Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, kondisi panas terasa lebih intens akibat fenomena urban heat island, yaitu kecenderungan kawasan kota menyimpan panas lebih lama dibandingkan wilayah sekitarnya.