Baru! Seleksi Taruna Akpol 2026 Terapkan Tes Komputer dan Soal Akademik Berstandar Olimpiade
Thomas Pulungan
SEMARANG, (ERAKINI) – Seleksi Taruna Akpol 2026 menerapkan sejumlah pembaruan sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi. Perubahan utama adalah penerapan tes komputer serta peningkatan standar soal akademik hingga setara olimpiade.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar mengatakan, penguasaan teknologi kini menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap calon anggota Polri, baik tamtama, bintara, maupun taruna Akpol. "Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer," kata Anwar dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, penerapan tes komputer bertujuan memastikan setiap peserta memiliki kemampuan dasar mengoperasikan perangkat digital sebagai bekal menghadapi tuntutan tugas kepolisian yang semakin modern.
"Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya," ujarnya.
Ia menegaskan, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mendasar bagi anggota Polri di era digital. "Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan," bebernya.
Selain memperkuat aspek teknologi, Polri juga meningkatkan kualitas tes akademik. Materi ujian kini disusun dengan standar setara olimpiade dan lebih menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis, analitis, serta penyelesaian masalah, bukan sekadar menguji hafalan.
"Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade," ujar Anwar.
Ia menilai pendekatan tersebut akan menghasilkan calon perwira yang mampu menganalisis persoalan dan mengambil keputusan secara tepat.
"Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan," katanya.
Sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat, di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026) lalu. Mereka terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni.
Seluruh peserta sebelumnya telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).
Pada tahapan rikpil tingkat pusat, peserta dinilai langsung oleh enam pejabat utama Polri, yakni Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol R Z Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga.
















