Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat menjenguk relawan Ganjar-Mahfud yang sedang dirawat di RSUD Pandan Arang. (Foto: Facebook/Ganjar Pranowo)
"Kita pastikan saudara-saudara yang jadi korban kekerasan di Boyolali ini mendapatkan perawatan intensif. Kita juga akan pastikan pelaku menerima hukuman yang setimpal, " kata Ganjar melalui akun media sosial Ganjar Pranowo yang dikutip Erakini, Senin (1/1/2024).
"Apalagi sudah ada 15 orang yang diperiksa. Ini yang akan terus kita kawal agar proses pemilu ini tidak menciderai hati nurani," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Minggu (31/12/2023) malam, Ganjar juga megabarkan bahwa dirinya menjenguk pendukung Ganjar-Mahfud yang jadi korban penganiayaan aparat di Boyolali.
"Dua dari 7 korban masih dirawat di RSUD Pandan Arang. Mas Arif Diva belum bisa diajak bicara. Kondisi Mas Slamet Andono lebih baik dan bisa cerita-cerita sambil saya ajak gojek dikit," kata Ganjar.
Atas kejadian itu, Ganjar pun meminta doa agar relawan korban penganiayaan oknum TNI di Boyolali itu segera sembuh.
"Mohon doa nggih semoga saudaraku yang masih dirawat lekas sembuh semuanya," kata Ganjar.
Ketua Umum Barikade 98 Benny Rhamdani meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subyanto untuk menindak tegas oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah.
"Pemilu yang aman dan damai tercoreng oleh oknum serdadu TNI. Oleh karena itu, Panglima TNI harus mengusut tuntas," kata Benny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/1/2024).
Benny mengecam penganiayaan tersebut karena tidak ada satu pun alasan yang membenarkan aksi kekerasan di Tanah Air.
Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo sebelumnya memastikan bahwa kasus penganiayaan yang dilakukan anggota TNI Yonif 408/Syhbrashtha terhadap 7 relawan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD sedang dalam penanganan.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kodim Boyolali menyesalkan kasus penganiayaan tersebut.
Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo menyebut, jumlah korban penganiayaan oknum TNI terkonfirmasi ada 7 orang. Dua orang saat ini masih menjalani rawat inap di RSUD Pandan Arang dan 5 orang rawat jalan.
"Saat ini masih ada dua orang yang menjalani rawat inap. Semoga kondisinya cepat pulih, sembuh sedia kala," katanya saat konferensi pers di Makodim Boyolali, Minggu (31/12/2023).