Libur Nasional, Kualitas Udara Jakarta Masih Terburuk Ketiga di Dunia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kendati sedang libur nasional, kualitas udara di Jakarta ternyata masih tetap buruk. Pada Kamis (9/5/2024) pagi kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat ketiga terburuk di dunia.
Menurut situs pemantau kualitas udara IQAir hingga pukul 07.48 WIB, kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat dengan angka AQI US 182 mengacu kepada penilaian PM2,5.
PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). "Konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 20 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO," tulis IQAir.
Dengan kondisi kualias udara tersebut, IQAir merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas outdoor dan selalu kenakan masker,
Berdasarkan IQAir, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia Kamis pagi adalah Dhaka (Banglades) di angka AQI US 205. Disusul Lahore (Pakistan) dengan angka AQI US 166.
Di posisi keempat ditempati Kinshasa, Kongo (151), dan menyusul Chiang Mai, Thailand di posisi kelima dengan nilai AQI US 123.
Selanjutnya Beijing, China (117), Delhi, India (112), Yangon, Myanmar (111), Baghdad, Iraq (107), dan Uni Emirat Arab (97).
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI berencana membatasi penggunaan kendaraan pribadi sebagai upaya menanggulangi polusi udara.

















