Asal Usul Halalbihalal saat Momen Lebaran yang Sarat Makna
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Halalbihalal atau saling maaf memaafkan menjadi momen penting saat Hari Raya Idulfitri. Tradisi Lebaran ini ternyata sarat makna untuk mempererat hubungan antarsesama.
Dari sejarah yang panjang, Halalbihalal menjadi momen bagi umat Muslim Indonesia. Sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia, tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang meskipun zaman terus berubah.
Biasanya, acara ini diwarnai dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga, keluarga, dan kerabat. Dalam momen tersebut, setiap orang saling memaafkan dan bersalaman, merajut kembali hubungan yang terkadang renggang akibat kesalahan di masa lalu.
Seiring berjalannya waktu, Halalbihalal mengalami perkembangan. Awalnya hanya dilakukan di rumah-rumah pribadi, kini acara ini menjadi semacam "open house," di mana rumah atau instansi terbuka untuk orang-orang yang ingin datang dan bersilaturahmi. Namun, seiring dengan pandemi COVID-19, kegiatan open house pun dihentikan dan Halalbihalal dilaksanakan secara daring.
Ternyata, tradisi Halalbihalal ini memiliki sejarah yang cukup menarik di Indonesia. Tradisi yang menjadi ciri khas bangsa ini ternyata bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan budaya asli Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara lain. Lalu, seperti apa sejarah dan makna dari Halalbihalal? Berikut ulasan lengkapnya.


















