JAKARTA, (ERAKINI)-Kabar duka datang dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Doni Monardo meninggal dunia.
"Innalillahi wainnaillahi rojiun. Kami turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah sahabat kami : Letjen TNI ( Purn ) Doni Monardo. Semoga Alm diampunkan dosa dosanya dan diterima amal ibadahnya. Keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan , keikhlasan dan kesabaran. Aamin YRA," tulis informasi yang beredar di WA Grup wartawan, Minggu (3/12/2023).
"Kabar Duka.Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Telah meninggal dunia Letjen Purn DR HC Doni Monardo, (Kelahiran 10 Mei 1963) pada hari Ahad 3 Desember 2023 pukul 17.35 WIB. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim ke awak media.
Dalam pesan berantai tersebut, dia juga memberikan informasi soal rumah duka yakni di bukit golf blok A no 12 Kel Lengkong Karya Kec Serpong Utara, Tangerang Selatan.
"Jenazah akan disemayamkan di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta Timur. Senin (4/12/2023)," tuturnya.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Doni Monardo, lahir di Cimahi pada 10 Mei 1963. Ia dikenal sebagai seorang purnawirawan TNI-AD yang sedang menjabat Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI-AD. Selama berdinas, ia pernah menjabat di antaranya sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden dan terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Jabatan kemiliteran terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Sesjen Wantannas. Sejak Februari 2022, Doni menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) periode 2021–2026. Pengukuhan PPAD era Doni dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Markas Besar TNI-AD, Jakarta Pusat.
Doni merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985, di TNI dia dikenal karena keterampilan dan pengalamannya di bidang Infanteri (Kopassus). Selain itu beliau juga putra daerah Sumatera Barat yang berdarah campuran Lintau Buo, Tanah Datar dan Sungai Tarab, Tanah Datar.
Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Doni berdarah asli Minang. Ayahnya, Letkol CPM Nasrul Saad berasal dari Lintau, Kabupaten Tanah Datar dan sang ibu, Roeslina, dari Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar. Karena ayahnya yang seorang prajurit, maka Doni kecil pun ikut berpindah-pindah.
Lahir di Cimahi, Doni lalu menghabiskan masa kanak-kanak di Aceh. Setelah itu, ia baru tinggal di Padang hingga lulus SMA Negeri 1 Padang pada 1981. Mengikuti jejak ayahnya, ia masuk Akademi Militer setelah lulus SMA. Tahun 1985 ia mengawali masa kedinasannya sebagai seorang prajurit.
Tugas sebagai Prajurit
Selama 36 tahun Doni berkarier menjalankan penugasan. Ia pernah berdinas di Banten, Bali, Aceh, Jakarta, Sulawesi Selatan, Bogor, Maluku, dan Jawa Barat. Penugasan luar negerinya juga termasuk menonjol.
Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.
Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.
Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ia sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia.
Pada tahun 2010, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diangkat menjadi Wadanjen Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.
Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Baru empat bulan di Lemhannas Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres.