Guru Madrasah di Daerah 3T Diminta Terapkan Kreativitas dalam Pembelajaran
Abdul Rahman Ahdori
BATAM, (ERAKINI) - Guru-guru madrasah yang ada di daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) diminta untuk melakukan kreativitas dalam proses pembelajaran di kelas. Kreativitas dinilai sebagai kunci terwujudnya inovasi atau model pembelajaran di abad ke-21.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Fachrurazi selaku narasumber atau tim Widyaiswara kegiatan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah di Daerah 3T yang berlangsung di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (9/7/2024).
“Kreativitas artinya bagaimana cara guru dalam menyikapi berbagai macam tantangan, misalnya ketika media pembelajarannya tidak tersedia. Bagaimana mereka (guru) bisa menggunakan sumber daya yang ada di lokal itu untuk menghasilkan media pembelajaran,” kata Fachrurazi yang juga dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Al Muslim Aceh tersebut.
Ia menegaskan, kreativitas seorang guru madrasah sangat penting dan dibutuhkan oleh siswa agar tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan efektif. Fachrurazi menyebut, idealnya ada tiga hal supaya kreativitas dalam pembelajaran bisa dilakukan, pertama sumber daya guru, kedua, sarana prasarana, ketiga, kebijakan. Tigal hal itu, lanjut Fachrurazi harus saling berkaitan satu sama lain.


















