Pertiwi Talumantak (26) yang sedang berjuang masuk Polri melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Foto: Humas Polri
SEMARANG, (ERAKINI) - Perjuangan putri Manado, Sulawesi Utara (Sulut), ini untuk menjadi anggota Polri patur diacungi jempol. Gagal masuk polisi wanita (polwan) melalui jalur Bintara, kini perempuan bernama Pertiwi Talumantak (26), berjuang melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Tiwi sejak kecil sudah bercita-cita menjadi anggota Polri. Cita-cita itu coba ia wujudkan lewat jalur penerimaan Bintara, namun ternyata gagal. Meski begitu, Tiwi tak patah semangat. Setelah merampungkan kuliah S-2 hukum, dia mencoba lagi, kali ini melalui jalur SIPSS.
Ia mendaftar di Polda Sulut. Ternyata usahanya tidak sia-sia. Tiwi lolos tingkat daerah dan kini memasuki seleksi tingkat pusat yang pengumumannya digelar pada Jumat 28 Februari 2025 mendatang.
Dengan bekal Master Hukum, Tiwi ingin menjadi polisi yang benar-benar berjuang menegakan keadilan. “Polisi itu tiap hari berinteraksi dengan masyarakat, garis depan penegakan hukum,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis Itwasum Polri, Selasa (25/2/2025).
Tiwi yang berulang tahun pada 21 Desember kemudian berkisah tentang perjalanan hidupnya. Ia mengaku besar di Manado, wilayah laut. Ketika menyelesaikan studi perguruan tinggi, Tiwi menulis tentang Penegakan Hukum di Pulau-Pulau Terluar Indonesia untuk Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu juga yang jadi semangatnya.
“Orang tua di sana selalu mendukung. Saya juga sudah mempersiapkan banyak hal, termasuk fisik,” kata Tiwi yang juga hobi olahraga lari itu.
Tiwi adalah anak pendeta. Sang ayah pun selalu berpesan agar senantiasa mengedepankan cinta kasih, berbuat baik kepada sesama.
Hal itu yang selalu dipegang teguh oleh Tiwi dalam bersosialisasi dengan siapa pun. Termasuk, saat mengikuti seleksi Casis SIPSS 2025 tingkat pusat. Jika lolos dan menjadi anggota Polri, Tiwi menyebut akan terus memegang teguh pesan ayahnya itu.
Sebagai anak pendeta, Tiwi dari kecil akrab dengan kehidupan gereja. Tak hanya membentuk sisi spiritual, tetapi juga sosialnya. Termasuk aneka kegiatan gereja, yakni dunia tarik suara di Gereja Masehi Injili, Minahasa (GMIM) Pniel Wawonasa.
Prestasinya di olah vokal cukup mentereng. Tercatat, Tiwi bersama paduan suaranya menyabet medali emas di event Asia Pasific Choir Games (APCG), Gold Medal International Choir Competition (Bali & Singapore), Juara 1 Bintang Vokalia Jemaat Pniel Tuna. Pada tahun 2023 dia kembali menyabet medali emas Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG).
Kemampuan olah vokalnya semakin ditempa saat masuk di SMA Eben Haezar, Manado, Sulut, pada 2013. Lulus SMA, Tiwi masuk di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado. Hobi olah vokalnya dibagi hobi barunya yakni seni tari.
Ternyata di seni tari, Tiwi berbakat. Dia didapuk mewakili Provinsi Sulawesi Utara menjadi penari teatrikal Pahlawan Nasional Sulut Maria Walanda Maramis.