Menhub Dudy Purwagandhi saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Foto: Antara
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginginkan peningkatan konektivitas transportasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat destinasi pariwisata nasional yang mudah diakses, berdaya saing sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan konektivitas dan infrastruktur transportasi,” kata Dudy saat menerima kunjungan Menteri di Jakarta, seperti dilansir dari (16/10/2025).
Dudy menjelaskan, dukungan Kementerian Perhubungan diwujudkan melalui penguatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah menuju daerah destinasi wisata nasional.
“Kami akan terus memperkuat akses ke destinasi wisata agar perjalanan wisatawan lebih mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Dudy, dirinya bersama Menpar Widiyanthi membahas konektivitas sebagai kunci akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata. Ia menilai, ketersediaan akses transportasi yang memadai akan menjadikan destinasi wisata lebih berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional.
Sementara itu, Menteri PariwisataWidiyanthi Putri Wardhana meminta dukungan Kementerian Perhubungan untuk membuka sejumlah rute penerbangan baru, terutama ke destinasi wisata prioritas dan regeneratif. Rute tersebut mencakup penerbangan domestik maupun internasional.
Menpar mengusulkan pembukaan rute penerbangan langsung dari dan menuju Bandara Yogyakarta ke sejumlah kota di China, Korea, Jepang, Australia, dan India.
Selain itu, ia juga mengajukan pembukaan rute penerbangan dari Bandara Silangit ke Singapura dan Kuala Lumpur, serta beberapa rute baru lainnya seperti Lombok-Sydney, Labuan Bajo-Melbourne/Perth, Belitung-Kuala Lumpur, Belitung-Singapura, Manado-Manila, dan Surabaya-Guangzhou serta Shanghai.
Menurut Widiyanthi, perluasan akses penerbangan internasional penting dilakukan mengingat tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus meningkat.
“Namun jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, posisi Indonesia masih kurang optimal. Oleh karena itu, perlu kita optimalkan lagi,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari-Juni 2025 mencapai 7,05 juta kunjungan, naik 9,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 6,44 juta kunjungan. Meski demikian, angka tersebut masih menempatkan Indonesia di posisi kelima di ASEAN, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
Menpar juga mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan dalam memperluas akses bandara internasional yang dinilai mampu memperkuat daya saing destinasi wisata nasional.
“Harapannya, ini dapat memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia,” tutur Widiyanthi.
Selain sektor penerbangan, Menpar turut meminta dukungan Kemenhub untuk mempercepat pengembangan wisata bahari. Dukungan tersebut meliputi penyederhanaan perizinan angkutan laut pariwisata serta peningkatan standar, prosedur, dan pengawasan keselamatan transportasi laut.