Gus Yahya (pertama dari kiri) dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025). (Foto: LTN PBNU)
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan bahwa 7 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola PBNU telah rampung dibangun. Ketujuh dapur tersebut akan melayani makan siang bergizi gratis bagi para santri dan pelajar di lingkungan NU di berbagai daerah.
“Sebanyak 1 dapur lainnya juga telah siap, tinggal menunggu penunjukan Kepala Dapur dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI),” ujar Gus Yahya dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).
Gus Yahya menambahkan, selain delapan dapur yang telah siap tersebut, saat ini terdapat 47 titik dapur MBG lainnya yang masih dalam tahap persiapan pembangunan. Sementara itu, sebanyak 218 pesantren calon lokasi dapur tengah menjalani proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami mulai berkomitmen sejak Februari 2025. MoU dengan BGN ditandatangani pada 5 Februari. Sejak itu, koordinasi dilakukan secara intensif, termasuk pembentukan Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG yang dipimpin oleh Ibu Alissa Wahid,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyebut bahwa beberapa dapur MBG di wilayah Jawa Barat saat ini telah selesai dibangun dan tinggal menunggu proses verifikasi serta otorisasi untuk menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Insyaallah kita akan segera meresmikan dapur-dapur yang sudah jadi. Sementara itu, 218 titik lainnya sudah masuk dalam portal BGN untuk proses kelayakan,” ujarnya.
Gus Yahya mengakui bahwa proses verifikasi cukup ketat. Namun, PBNU berkomitmen untuk memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan BGN. Ia berharap, mulai Agustus 2025 akan terjadi percepatan signifikan dalam pembangunan dan operasionalisasi dapur-dapur tersebut.
“Penempatan kepala dapur dari BGN sedang menunggu giliran. Kalau semuanya sudah lengkap dan diverifikasi, dapur bisa langsung dijalankan. Beberapa dapur bahkan sudah siap diresmikan dalam satu hingga dua minggu ke depan,” kata Gus Yahya.
Ia juga memastikan bahwa proses verifikasi terhadap 218 titik lainnya akan terus berjalan. Dari jumlah itu, sebanyak 47 titik telah selesai diverifikasi, sementara sisanya masih menunggu antrean verifikasi dari BGN.
“Komitmen BGN sangat jelas, dan kami juga terus berkoordinasi karena program ini mendapatkan dukungan langsung dari Presiden,” pungkasnya.