Pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD diusung gabungan empat partai politik parlemen dan non parlemen pada Pilpres 2024. Foto: TPN Ganjar=Mahfud
JAKARTA, (ERAKINI) - Pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD diusung gabungan empat partai politik parlemen dan non parlemen pada Pilpres 2024. Sembilan hari jelang pencoblosan, pasangan Ganjar-Mahfud masih dihadapkan dengan kondisi elektabilitas yang masih tertinggal dari dua kontestan lain.
Dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2024, pasangan Ganjar-Mahfud diusung PDI-Perjuangan (PDIP), PPP, Partai Perindo, dan Hanura. Dari empat partai, hanya dua partai parlemen, yakni PDIP dan PPP. Akan tetapi kedua partai ini memiliki pengalaman panjang dalam sejarah pemilu di Indonesia.
PDIP merupakan partai terbesar di parlemen dengan menguasai 126 kursi (22,26%) dari total 575 kursi di DPR-Ri. Sementara PPP mendapatkan 19 kursi (3,3%).
Pada Pemilu 2019, PDIP memperoleh suara terbanyak, yakni 27.053.961 (19,33%). Lalu PPP mendapatkan 6.323.147 (4,52%), disusul Perindo 3.738.320 (2,67%) dan Hanura 2.161.507 (1,54%).
Jika melihat kekuatan partai politik berdasarkan hasil perolehan suara Pemilu 2019, Ganjar-Mahfud mendapatkan dukungan 28,6%.
Koalisi PDIP dalam mendukung pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 ini memang jauh mengecil dibanding saat mengusung Jokowi-Maruf Amin di Pemilu 2019, yakni tujuh partai, Ketujuh partai yakni, PDP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, dan PKPI.
Berikut kekuatan 4 partai politik pengusung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024:
1. PDI Perjuangan
Suara di Parlemen: 126 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 27.053.961 (19,33%)
PDIP merupakan partai terbesar di Indonesia saat ini yang memiliki sejarah panjang. Sebelum bernama PDI Perjuangan, partai ini bernama Partai Demokrasi Indonesia atau PDI. Partai ini terbentuk pada 10 Januari 1973.
PDIP dipimpin Megawati Soekarnoputri, putri dari Proklamator RI Soekarno (Bung Karno). PDIP pertama kali mengiktui pemilu pada tahun 1999 dengan perolehan suara 35.689.073 dan menjadi pemenang. PDIP kemudian mendapatkan 153 kursi di DPR. PDIP merupakan partai pengusung Presiden Jokowi dalam dua kali Pilpres dan memenangkannya.
2. PPP
Suara di Parlemen: 19 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 6.323.147 (4,52%)
Sama seperti PDIP, PPP juga memiliki sejarah panjang di Indonesia. PPP merupakan salah satu partai politik berbasis Islam yang cukup besar. Partai ini didirikan pada 5 Januari 1973 dengan nama Partai Persatuan Pembangunan
Berdirinya partai berlambang Ka'bah ini adalah hasil penggabungan dari beberapa partai, seperti Partai Nahdlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.
Dengan gabungan dari sejumlah partai berbasis Islam tersebut, PPP awalnya mengusung asas Islam. Namun sejak tahun 1984, PPP mulai menganut asas negara Pancasila . Saat ini PPP tengah dipimpin oleh Muhammad Mardiono yang terpilih sebagai Plt Ketua Umum.
3. Partai Perindo
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: 3.738.320 (2,67%)
Partai Persatuan Indonesia (Perindo) adalah partai yang didirikan dan dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo (HT), seorang tokoh nasional dan pengusaha sukses di bidang media.
Pembentukan partai ini telah disiapkan cikal bakalnya dari jauh-jauh hari, dalam bentuk Organisasi Masyarakat (Ormas) Perindo yang dideklarasikan di Jakarta pada 24 Februari 2013.
Perindo kemudian didirikan sebagai partai politik pada tanggal 8 Oktober 2014. Pemilu 2024 akan menjadi pemilu kedua yang diikuti Partai Perindo. Pada pemilu pertamanya tahun 2019, Perindo tidak lolos ke parlemen karena hanya mendapatkan 2,67% suara.
4. Partai Hanura
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: 2.161.507 (1,54%)
Partai Hanura merupakan partai politik peserta Pemilu 2009 hingga 2024. Berdirinya partai tersebut merupakan gagasan Jenderal TNI Purnawirawan (Purn) Wiranto dan beberapa tokoh nasional, seperti Tuti Alawiyah, Yus Usman Sumanegara, dan Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.
Pembentukan Hanura pertama kali dilakukan pada pertemuan para tokoh penggagas, pertengahan November 2006. Pertemuan tersebut menghasilkan delapan kesepakatan. Hanura kemudian dideklarasikan pada tanggal 21 Desember 2006 yang diberi nama Partai Hati Nurani Rakyat. Partai Hanura kini diketuai oleh Oesman Sapta Odang.
Sejauh ini, jika melihat hasil survei sejumlah lembaga pada bulan Desember-Januari 2024, kisaran perolehan suara Ganjar-Mahfud memang tidak jauh beda dengan perolehan suara partai pengusung. Dari 15 lembaga survei rata-rata elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud masih di bahwa 30 persen.
Berikut hasil survei terbaru 15 lembagaterkait elektabilitas pasangan AMIN:
1. Indonesia Survey Center (ISC):
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 18,1%
2. Charta Politika
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 28%
3. Poltracking Indonesia
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 20,6%
4. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 19,7%
5. Indikator Politik Indonesia
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 21,6%
6. Lembaga survei SPIN
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 23,5%
7. Ipsos Public Affairs
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 18,6%
8. Indonesia Political Opinion (IPO)
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 21,5%
9. Median
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 20,5%
10. Lembaga Survei Nasional (LSN)
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 20,6%
11. Politika Research and Consulting (PRC)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 21,8%
12. Polling Institute
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 21,3%
13. Arus Survei Indonesia (ASI)
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 34,9%
14. Pusat Polling (Puspoll) Indonesia
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 27,6%
15. Ide Cipta Research and Consulting (ICRC)
Elektabilitas Ganjar-Mahfud: 29,1%
Kendati memiliki koalisi partai yang cukup ramping dan elektabilitas yang masih rendah, namun banyak tokoh, konglomerat, hingga pesohor yang berada di belakang pasangan Ganjar-Mahfud yang diyakini bisa mendulang suara. Seperti Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid. Yenny Wahid diyakini akan membawa gerbong Gusdurian guna mendulang suara Ganjar-Mahfud.
Pasangan Ganjar-Mahfud juga mendapat sokongan dari sejumlah pengusaha ternama. Selain Hary Tanoe sebagai Ketua Umum Partai Perindo, ada nama Arsjad Rasjid.
Pemilik nama lengkap Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat merupakan Ketua Umum Kadin Indonesia yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.
Kemudian ada nama Dharmaji Suradika atau kerap dipanggil Aji, co-founder sekaligus CEO dari startup nonprofit Pemimpin.id. Ia mendirikan startup tersebut pada Juli 2019. Aji juga tercatat sebagai Executive Director di DeepTech Foundation.
Selain itu, Regi Wahyu yang memiliki latar belakang sebagai serial entrepreneur, CEO sebuah perusahaan teknologi data dan blockchain. Regi juga tercatat menjadi Founder & CEO Hara Token (2018-sekarang), Co-Founder & CEO Dattabot (2015-sekarang), dan Asia Pacific Regional Director DUPONT (2007-2010).
Ganjar-Mahfud juga mendapatkan dukungan dari Bagas Adhadirga yang dikenal sebagai pengusaha muda sukses di dunia aviasi. Bagas merupakan Founder dan CEO PT Asia Aero Technology yang bergerak di bidang pengembangan dan pelayanan bandara udara. Ia juga memiliki Abhayagiri dan Sumberwatu Heritage yang bergerak di bidang tourism dan hospitality, lalu Drone Design dan Manufacturer INTAI.
Pasangan Ganjar-Mahfud juga mendapat dukungan dari grup band ternama, yakni Slank. Dukungan Slank diyakini dapat mendulang suara Ganjar-Mahfud di Pilres 2024 nanti.