Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bersiap menghadapi pencoblosan Pilpres 2024 pada 14 Februari mendatang dengan kepercayaan diri tinggi. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka bersiap menghadapi pencoblosan Pilpres 2024 pada 14 Februari mendatang dengan kepercayaan diri tinggi. Maklum, selain diusung partai koalisi gemuk, hampir semua lembaga survei menempatkan pasangan ini di urutan teratas.
Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat, menjadi pilar utama. Bergabungnya Demokrat merupakan "berkah" bagi KIM setelah partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memutuskan berpisah dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Total keempat partai menempati kursi di DPR RI sebanyak 261.
Di luar keempat partai besar parlemen itu, Prabowo-Gibran juga mendapat dukungan dari Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), dan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang tidak memiliki kursi di DPR RI.
1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Suara di Parlemen: 78 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 17.594.839 (12,57 persen
Gerindra berdiri pada 6 Februari 2008 dan sudah tiga kali mengikuti pemilu. Gerindra tidak bisa dilepaskan dari sosok Prabowo Subianto yang kini menjabat ketua umum.
Pada awal kelahirannya, jabatan Ketua Umum Gerindra diemban oleh Suhardi, seorang berlatar belakang akademisi. Sebelum terjun ke politik, Suhardi pernah menjadi Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 2000-2001.
2. Partai Golongan Karya (Golkar)
Suara di Parlemen: 85 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 17.229.789 (12,31 persen)
Golkar merupakan partai yang telah dirintis sejak zaman Orde Lama. Kehadirannya di masa Orde Baru dalam rangka pembaruan politik di Indonesia.
Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Partai Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 oleh Soeharto dan Suhardiman. Di masa Orde Baru, Golkar merupakan partai penguasa di setiap kali pemilu berlangsung. Saat ini Golkar dipimpin Airlangga Hartarto.
3. Partai Amanat Nasional (PAN)
Suara di Parlemen: 44 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 9.572.623 (6,84 persen)
Sejarah berdirinya PAN tak terlepas dari sosok Amien Rais, sang lokomotif gerakan reformasi 1998. Pasca keberhasilan menumbangkan Orde Baru, Amien Rais dan 49 rekan-rekannya yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA) merasa perlu meneruskan cita-cita reformasi dengan mendirikan partai politik baru.
Majelis Amanat Rakyat (MARA) yang merupakan salah satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto, bersama dengan PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet kemudian membidani lahirnya PAN. Saat ini PAN dipimpin Zulkifli Hasan.
4. Partai Demokrat
Suara di Parlemen: 54 kursi
Perolehan Suara Pemilu 2019: 10.876.507 (7,77 persen)
Sejarah Partai Demokrat dimulai pada tanggal 9 September 2001 .Partai Demokrat memainkan peran penting dalam politik Indonesia. Pada tahun 2004, SBY terpilih sebagai Presiden RI. Pada Pemilu 2004 Partai Demokrat meraih peringkat ke-5 dengan 7,45% suara dan 57 kursi di DPR.
Prestasi Partai Demokrat semakin menonjol pada Pemilu 2009 dengan 150 kursi (26,4%) di DPR RI dan total suara 21.703.137 (20,4%). Demokrat kembali mengantarkan SBY menjadi Presiden untuk periode kedua. Partai Demokrat saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono.
5. Partai Bulan Bintang (PBB)
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: 1.099.848 (0,79 persen)
PBB berdiri pada 17 Juli 1998 di Jakarta. Sejak awal berdirinya PBB diketuai oleh Prof Yusril Ihza Mahendra.
PBB ikut pemilu pada 1999, 2004, dan 2009.
6. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: 2.650.361 (1,89 persen)
PSI adalah salah satu partai politik terbaru di Indonesia yang didirikan pada tahun 2014. PSI didirikan untuk menggalang gerakan politik yang dilandasi oleh rasa solidaritas untuk kemanusiaan. Partai ini diketuai oleh Kaesang Pangarep sejak 25 September 2023.
7. Partai Garda Republik Indonesia (Garuda)
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: 702.536 (0,50 persen)
Partai Garuda dideklarasikan pada tanggal 16 April 2015. Ahmad Ridha Sabana menjabat sebagai Ketua Umum partai. Pada tahun 2015, melalui surat keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Partai Garuda mendapatkan ketetapan hukum dan resmi menjadi partai politik.
8. Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora)
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: -
Partai Gelora didirikan pada tanggal 28 Oktober 2019. Partai ini didirikan oleh 99 orang dari 34 provinsi di Indonesia. Setelah melewati proses pendaftaran dan verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM, Partai Gelora sah menjadi badan hukum dengan penyerahan SK Menteri Hukum & HAM pada 2 Juni 2020. Saat ini Ketua Umum Gelora dijabat Anis Matta.
9. Partai Rakyat Adil Makmur (Prima)
Suara di Parlemen: -
Perolehan Suara Pemilu 2019: -
Partai Priman dideklarasikan pada 1 Juni 2021. Berdirinya Prima diprakarsai oleh sejumlah aktivis dari organisasi Gerakan sosial, serikat buruh, aktivis/tokoh Islam, pelaku usaha kecil dan menengah, kaum professional, aktivis perempuan, dan kaum muda. Sebagian dari para pendirinya adalah eksponen aktivis 98. Saat ini Ketua Umum Partai Prima dijabat Agus Jabo Priyono.
Selain dukungan parpol, kekuatan pasangan Prabowo-Gibran juga datang dari ratusan tokoh agama, mantan pejabat, dan jenderal purnawirawan TNI-Polri.
Sebut saja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang akan menjadi kunci perolehan suara di Jawa Timur. Lalu ada mantan politikus PDIP Maruarar Sirait, Menteri BUMN Erick Thohir, dan terbaru mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, mantan KSAD Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
Belum lagi dukungan dari sejumlah pesohor yang memiliki fans besar, seperti Raffi Ahmad, Ahmad Dhani, Melly Goeslow, Uya Kuya, hingga Arumi Bashin.
Melihat kekuatan dukungan yang dimiliki Prabowo-Gibran, tak salah bila Pilpres 2024 diprediksi bakal berlangsung satu putaran. Namun demikian, berdasarkan hasil survei, pasangan Prabowo-Gibran rata-rata masih memperoleh suara di bawah 51%.
Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga pada bulan Desember-Januari 2024, elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran memang menempati posisi teratas. Dari 15 lembaga survei, semuanya memposisikan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang jika Pilpres digelar hari ini.
Berikut hasil survei terbaru 15 lembaga terkait elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran:
1. Indonesia Survey Center (ISC)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 52%
2. Charta Politika
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 42,2%
3. Poltracking Indonesia
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 46,7%
4. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 50,7%
5. Indikator Politik Indonesia
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 48,55%
6. Lembaga survei SPIN
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 50,9%
7. Ipsos Public Affairs
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 50,9%
8. Indonesia Political Opinion (IPO)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 42,3%
9. Median
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 43,1%
10. Lembaga Survei Nasional (LSN)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 49,5%
11. Politika Research and Consulting (PRC)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 42,4%
12. Polling Institute
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 46,2%
13. Arus Survei Indonesia (ASI)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 33%
14. Pusat Polling (Puspoll) Indonesia
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 41%
15. Ide Cipta Research and Consulting (ICRC)
Elektabilitas Prabowo-Gibran: 39,4%