Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo (tengah) menjenguk relawan korban penganiayaan oknum TNI yang dirawat di RSUD Pandan Arang Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat/rwa)
Ia menggarisbawahi penanganan penganiayaanrelawan oleh oknum aparat di Boyolali, atau disebut 'Tragedi Boyolali', secara profesional adalah ujian integritas Pemilu.
Menurutnya, dunia internasional melihat Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia menjalankan pemilu yang tidak cacat dan bermasalah.
“Legal process is on trial. Peristiwa Boyolali ini sangat serius. Jangan sampai penanganan kasus ini menimbulkan noda dalam demokrasi kita,” ujar Todung di Media Center TPN Jakarta, Senin (1/1/2023).
Kemudian, Todung pun merujuk Undang-undang Nomor 39/1999 Pasal 9 yang menyatakan setiap orang berhak untuk hidup tenteram, aman, damai, dan dalam hal ini tidak mengalami penganiayaan seperti yang terjadi di Boyolali.
“Kami berkomunikasi dengan Komnas HAM dan kemungkinan akan melaporkan insiden tersebut,” ujar Todung.
Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Firman Jaya Daeli juga mengungkapkan hal serupa. Ia berharap penyelesaian hukum kasus ini berlangsung secara cepat dan transparan.
"Untuk mengembalikan kepercayaan dan harapan publik pada kredibilitas proses Pemilu, khususnya Pilpres,” katanya.
Sementara itu, Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 3 Ganjar Pranowo memastikan bahwa pelaku penganiayaanrelawan Ganjar-Mahfud oleh oknum TNI di Boyolali mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Kita pastikan saudara-saudara yang jadi korban kekerasan di Boyolali ini mendapatkan perawatan intensif. Kita juga akan pastikan pelaku menerima hukuman yang setimpal, " kata Ganjar melalui akun media sosial Ganjar Pranowo yang dikutip Erakini, Senin (1/1/2024).
"Apalagi sudah ada 15 orang yang diperiksa. Ini yang akan terus kita kawal agar proses pemilu ini tidak menciderai hati nurani," imbuhnya.
Sebelumnya, pada Minggu (31/12/2023) malam, Ganjar juga megabarkan bahwa dirinya menjenguk pendukung Ganjar-Mahfud yang jadi korban penganiayaan aparat di Boyolali.
"Dua dari 7 korban masih dirawat di RSUD Pandan Arang. Mas Arif Diva belum bisa diajak bicara. Kondisi Mas Slamet Andono lebih baik dan bisa cerita-cerita sambil saya ajak gojek dikit," kata Ganjar.