Dalam laporan 2025 Military Strength Ranking yang dirilis Global Firepower, Indonesia masih tercatat dalam daftar 15 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Foto: Ilustrasi/www.globalfirepower.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia dan Malaysia adalah musuh bebuyutan di bidang sepakbola Asia Tenggara. Kekuatan dua negara ini saling salip di ranking FIFA. Lantas bagaimana dengan kekuatan di bidang militer?
Dalam laporan 2025 Military Strength Ranking () yang dirilis , masih tercatat dalam daftar 15 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia.
Pertahanan nasional Indonesia terdiri dari kekuatan udara, darat, dan laut dengan kemampuan pencegahan perangkat militer terpilih ala negara-negara barat. Indonesia tahun ini masih mempertahankan posisinya di peringkat 13 dari 145 negara, unggul jauh dibandingkan Malaysia yang berada di peringkat 42.
Laporan tersebut menggunakan pendekatan berbasis angka (by-the-numbers) yang mencakup berbagai aspek pertahanan, mulai dari kekuatan manusia, anggaran, logistik, hingga peralatan tempur udara, laut, dan darat. Secara keseluruhan, Indonesia memiliki Power Index sebesar 0.2557, jauh lebih kuat dibandingkan Malaysia yang mencatatkan Power Index 0.7429 (semakin kecil nilai indeks, semakin kuat posisinya).
Dalam hal personel militer, Indonesia memiliki total 400.000 personel aktif dan 400.000 cadangan, ditambah 250.000 pasukan paramiliter. Total tenaga yang siap dikerahkan mencapai hampir 138 juta orang, sehingga menjadikan Indonesia salah satu kekuatan manusia terbesar di dunia.
Di sektor udara, Indonesia mengoperasikan total 459 unit pesawat, termasuk 41 pesawat tempur, 34 pesawat serang, 112 pesawat latih, dan 214 helikopter. Angka ini jauh melampaui Malaysia yang hanya mengoperasikan 135 pesawat secara total.
Untuk kekuatan darat, Indonesia tercatat memiliki 331 tank, 20.440 kendaraan lapis baja, serta sistem artileri dan peluncur roket dalam jumlah signifikan. Di sisi laut, kekuatan armada Indonesia sangat mendominasi dengan 331 kapal perang, termasuk 4 kapal selam, 7 fregat, 25 korvet, dan 211 kapal patroli.
Tak hanya dari sisi persenjataan, Indonesia juga unggul dari aspek logistik dan sumber daya. Indonesia memiliki lebih dari 11.000 kapal dagang, 513 bandara, dan 496.000 km jaringan jalan raya, yang berperan penting dalam mendukung operasi militer dan distribusi logistik.
Dalam hal anggaran, Indonesia mengalokasikan sekitar USD10,6 miliar (sekitar RpRp174,9 triliun) untuk sektor pertahanan, hampir dua kali lipat dari Malaysia. Kekuatan ini semakin diperkuat oleh kekayaan sumber daya alam dan cadangan energi yang besar, serta luas wilayah yang strategis dengan lebih dari 54.000 km garis pantai, menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim yang sangat potensial di Asia Pasifik.