Dua negara dengan kekuatan militer besar di kawasan Timur Tengah, yakni Israel dan Iran, sedang terlibat perang udara besar-besaran menyusul aksi saling balas serangan rudal dan roket. Foto: Ilustrasi/AP
JAKARTA, (ERAKINI) - Dua negara dengan kekuatan militer besar di kawasan Timur Tengah, yakni Israel dan Iran, sedang terlibat perang udara besar-besaran menyusul aksi saling balas serangan rudal dan roket.
Lantas seperti apa kekuatan kedua negara dilihat dari aspek personel, persenjataan, logistik, keuangan, hingga dukungan infrastruktur?
Perang terbuka yang dilancarkan kedua negara dalam empat hari terakhir telah memicu kekhwatiran dunia. Kementerian Kesehatan Iran pada Senin (16/6/2025) pagi melaporkan sedikitnya 224 orang tewas dan 1.481 orang terluka sejak Israel memulai serangan pada Jumat lalu.
Berdasarkan Peringkat Kekuatan Militer Tahun 2025 yang dirilis Global Firepower (GFP), Israel saat ini menempati ranking 15. Sedangkan Iran berada persis di bawahnya, yakni 16. Peringkat Israel yang termasuk negara dengan persenjataan rudal tercanggih di Timur Tengah tahun ini naik dibanding tahun 2024 di posisi 17. Sedangkan peringkat Iran turun dari tahun lalu di posisi 14.
Dikutip dari laman globalfirepower, Senin (16/6/2025), dalam hal jumlah penduduk, Iran jauh lebih unggul dengan populasi sekitar 88 juta jiwa, dibandingkan Israel yang hanya sekitar 9,4 juta jiwa. Ini memberikan Iran keunggulan telak dalam hal tenaga personel yang tersedia untuk keperluan militer, termasuk cadangan dan paramiliter.
Namun dari sisi anggaran pertahanan, Israel mencatatkan belanja militer sebesar USD30,5 miliar, dua kali lipat lebih besar dibandingkan Iran yang hanya menganggarkan sekitar USD15,45 miliar. Besarnya anggaran ini berdampak pada kualitas alutsista dan teknologi militer Israel yang lebih modern dan canggih.
Israel unggul dalam jumlah pesawat tempur dan helikopter serang, dengan 240 pesawat tempur dan 48 helikopter serang, dibandingkan Iran yang memiliki 188 pesawat tempur dan hanya 13 helikopter serang. Selain itu, Israel juga memiliki keunggulan dalam hal pesawat tanker udara dan misi khusus.
Namun, Iran mendominasi dalam kekuatan darat, dengan 1.713 tank dan lebih dari 65.000 kendaraan lapis baja, melampaui Israel yang memiliki 1.300 tank dan sekitar 36.000 kendaraan tempur. Keunggulan Iran juga terlihat dalam jumlah peluncur roket mobile dan artileri tarik.
Dari sisi kekuatan laut, Iran mengoperasikan 107 kapal militer, termasuk 25 kapal selam dan 7 fregat. Sementara Israel memiliki 62 kapal, namun lebih unggul dalam jumlah korvet dan kapal patroli.
Iran juga unggul secara logistik, dengan 173 bandara dan armada niaga sebanyak 965 kapal. Sebaliknya, Israel memiliki 37 bandara dan hanya 41 kapal niaga. Di sisi pelabuhan dan terminal, Iran juga mengungguli dengan 18 fasilitas dibandingkan Israel yang memiliki 5.
Dari sisi energi dan sumber daya alam, Iran mendominasi secara mutlak. Iran ini merupakan salah satu produsen dan pemilik cadangan minyak serta gas terbesar di dunia, dengan cadangan minyak terbukti sebesar 208,6 miliar barel dan gas alam mencapai 33,9 triliun barel. Sementara itu, Israel hanya memiliki cadangan minyak sekitar 12,7 juta barel dan cadangan gas sekitar 176 miliar barel.
Secara angka, Iran jelas memiliki keunggulan signifikan dalam sumber daya manusia, kekuatan darat, dan kekayaan energi. Namun Israel mengimbangi lewat anggaran pertahanan yang besar, kekuatan udara modern, serta teknologi canggih yang dimilikinya.