"BNPB mencatat per pukul 18.00 WIB pada Minggu, 6 Juli 2025 kemarin, kami menerima laporan 11 kejadian dan hanya di wilayah Jabodetabel saja," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan , Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, Senin (7/7/2025).
Ia menjelaskan, pada Sabtu hingga Minggu terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama, sehingga memicu beberapa kejadian bencana hidrometeorologi basah.
Di luar Jabodetabek, BNPB juga menerima laporan empat kejadian banjir baru dan 6 pemutakhiran status kejadian banjir lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
"Jadi kita bisa bayangkan dalam 2 hari hampir terjadi 21 kejadian banjir dan longsor, baik itu di wilayah Jabodetabek maupun wilayah-wilayah lainnya di Indonesia," bebernya.
Untuk kejadian banjir dan longsor di kawasan Jabodetabek, berdampak pada 3 orang meninggal dunia, sebanyak 9.947 warga mengungsi, 12 rumah rusak, dan 2.348 rumah terendam banjir.
"Meskipun kita masih ada di musim kemarau tetapi ada banyak pengaruh-pengaruh dari regional di wilayah Indonesia yang bisa meningkatkan intensitas curah hujan. Kami mengimbau agar masyarakat terus memantau informasi cuaca dan kemudian menyiapkan langkah-langkah," tandasnya.
BNPB sebelumnya melaporkan banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (5/7), pukul 03.00 WITA. Wilayah terdampak yakni Kecamatan Bantaeng, Bissappu, Uluere, dan Eremerasa. Sebanyak 1.295 KK terdampak dan kerusakan mencangkup 1.295 unit rumah, dua unit tanggul sungai, dua akses jalan, serta lahan pertanian.
Banjir bandang juga melanda wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dipicu hujan intensitas tinggi dan meluapnya air sungai. Lokasi terdampak yakni Kecamatan Ujung Bulu, Ujung Loe, Gantarang dan Bulukumpa. Tercatat 1950 KK terdampak serta kerugian materil lainnya yakni 1.950 unit rumah, satu akses jalan, dua unit jembatan, dua tanggul turut terdampak.
Banjir juga menerjang Kabupaten Bone di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Palakka, Mare, Ponre, Awangpone, Tonra, Kahu, Ulaweng, Tanete Riattang Timur dan Patimpeng. Sebanyak 500 KK dan 500 unit rumah terdampak, termasuk tiga jembatan, satu bendungan.
Sementara itu, bencana tanah Longsor melanda wilayah Kabupaten Sinjai. Ratusan rumah juga terendam banjir dan sejumlah fasilitas rusak akibat longsor. Wilayah terdampak yakni Kecamatan Sinjai Tengah, Sinjai Selatan, Sinjai Barat, Borong dan Bulupoddo.
Di Jawa barat, tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat. Terdapat satu korban meninggal dunia, serta 7 KK (11 jiwa) mengungsi.
Tanah Longsor lainnya juga terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hujan deras dengan durasi yang cukup lama dan kondisi tanah yang labil menyebabkan longsor di beberapa titik pada Sabtu (5/7). Terdapat lima kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Dramaga, Kemang, Ciampea, Cibungbulang, dan Megamendung.