Silmy Karim yang menjabat Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sejak Januari 2023. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Silmy Karim tengah menjadi sorotan dan banyak dicari warganet di mesin pencarian google. Lantas siapa sosok Silmy Karim?
Silmy Karim saat ini diketahui menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sejak Januari 2023. Menariknya, Silmy Karim tidak memiliki pengalaman mumpuni di bidang keimigrasian.
Dalam keriernya, Silmy Karim justru lebih lama berkiprah di bidang pertahanan militer. Pria kelahiran 19 November 1974 merupakan alumni Universitas Trisakti. Dikutip dari laman resmi Universitas Trisakti, Sabtu (21/9/2024), Silmy Karim merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis tahun 1997. Silmy juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Trisakti sejak tahun 2022 lalu.
Sebelum menjabat Dirjen Imigrasi, Silmy memiliki pengalaman panjang selama lebih dari 20 tahun di berbagai perusahaan. Ia pernah menduduki jabatan Komisaris Utama PT Krakatau Posco, Komisaris Utama PT Krakatau Nippon Steel Synergy, Komisaris PT GE Power Solution Indonesia, Komisaris Utama di MAN Diesel & Turbo Indonesia, Advisor di PT Freeport Indonesia, hingga Komisaris Independen Carrefour Indonesia.
Selama kiprahnya, Silmy cukup banyak mendapat penghargaan, antara lain Bintang Dharma Pertahanan dari Kementerian Pertahanan tahun 2014, The Best CEO in Change Leadership dari Anugerah BUMN 2022, dan The Best CEO on Turnaround dari Anugerah BUMN tahun 2020.
Kemudian, The Best CEO in Strategic Alliance dari Anugerah BUMN tahun 2018, The Best CEO in Steel Category dari The Iconomics pada 2021, dan Top CEO in Strategic Leadership dari Bisnis Indonesia pada 2021.
Awal perjalanan karier Silmy dimulai ketika mendapat amanah sebagai Anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis (PAB) TNI pada tahun 2008 menjadi awal dari perjalanan kariernya yang mengesankan.
Tugas utama Timnas PAB TNI adalah mengalihkan seluruh aktivitas bisnis yang dimiliki oleh TNI, baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuai dengan amanat Pasal 76 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Setelah sukses di PAB TNI, Silmy diundang oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono untuk bergabung di Kementerian Pertahanan RI. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan militer, ia diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan pertahanan di berbagai institusi, seperti NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, Naval Post Graduate School di Amerika Serikat, dan George C Marshall European Center for Security Studies di Jerman.
Pendidikan ini memampukannya untuk menjadi pakar dalam bidang Manajemen Pertahanan dan Keamanan Nasional. Di Kementerian Pertahanan, Silmy memulai kariernya sebagai Penasihat Menteri Pertahanan dan terlibat dalam berbagai inisiatif, termasuk penyusunan UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Atas jasanya, ia dianugerahi bintang jasa Dharma Pertahanan Republik Indonesia pada tahun 2014.
Dari Kementerian Pertahanan, Silmy kemudian merambah ke BUMN. Perjalanan karier Silmy di sektor BUMN juga tidak kalah mengesankan. Ia memulai sebagai komisaris di PT PAL (Persero) dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pindad (Persero) pada tahun 2014. Sebelum ke Pindad Silmy memang dikenal aktif bicara di berbagai forum di dalam dan luar negeri sebagai pemerhati kebijakan dan isu-isu pertahanan.
Setelah sukses membenahi dan meningkatkan kinerja Pindad dalam waktu 1 tahun 7 bulan , Silmy kemudian mendapat tugas baru untuk memperbaiki BUMN lainnya yaitu PT Barata Indonesia (Persero) mulai 7 Agustus 2016.
Setelah bertugas di PT Barata Indonesia selama 2 tahun 1 bulan, Menteri BUMN memberi tugas lain untuk membenahi PT Krakatau Steel melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 September 2018.
Silmy Karim tidak hanya aktif di dunia bisnis dan pemerintahan, tetapi juga terlibat dalam organisasi kepemudaan dan sosial, seperti HIPMI, Kadin, dan KNPI.
Berikut Riwayat Jabatan dan Pendidikan Silmy Karim:
Jabatan
- Dirjen Imigrasi Kemenkumham (Januari 2023 - sekarang)
- Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (September 2018 - Januari 2023)
- Direktur Utama PT Barata Indonesia (Agustus 2016 - September 2018)
- Direktur Utama PT Pindad (Desember 2014 - Agustus 2016)
- Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (2010 - sekarang)
- Anggota Dewan Analis Strategis Badan Intelijen Negara (2013 - 2015)
- Komisaris PT PAL Indonesia (2011 - 2014)
- Anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan (2010 - 2014)
- Staf Khusus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2010 - 2011)
- Anggota Tim Pengendali Aktivitas Bisnis TNI (2010 - 2011)
- Anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI (2008 - 2009)
- Anggota Tim Supervisi Transformasi Bisnis TNI (2007 - 2008)
Pendidikan
- Sarjana Ekonomi, Universitas Trisakti (1997)
- Magister Ekonomi, Universitas Indonesia (2007)
- Georgetown University, GLS, Washington DC, AS (2010)
- George C Marshall European Center for Security Studies, Program in Advance Security, Garmisch-Partenkirchen, Jerman (2012)
- NATO School, Oberammergau, Jerman (2012)
- Harvard University, Bidang Pertahanan Nasional dan Internasional, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (2012)
- Naval Postgraduate School (NPS), Bidang Manajemen Pertahanan, Monterey, California, Amerika Serikat (2014).