Search

Hari Ke-7 Operasional Haji: 34.657 Jemaah Sudah Diberangkatkan, 30.611 Tiba di Tanah Suci

JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan perkembangan operasional haji 1447 H/2026 M pada hari ketujuh, Senin (27/4/2026). Sejak dimulainya operasional pada 22 April 2026, sebanyak 34.657 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi, sementara 30.611 jemaah telah tiba di Madinah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan per Minggu (26/4/2026) pukul 24.00 WIB. Dia menjelaskan, proses pemberangkatan jemaah dari berbagai embarkasi di Indonesia berjalan tertib dan lancar.

“Secara kumulatif, jumlah kelompok terbang (kloter) yang telah diberangkatkan sebanyak 88 kloter dengan total 34.657 jemaah. Sementara itu, untuk kedatangan di Madinah, tercatat 78 kloter dengan jumlah 30.611 jemaah,” ujar Maria dalam konferensi pers di Jakarta.

Setibanya di bandara, jemaah langsung mendapatkan layanan dari petugas haji dan diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan. Proses kedatangan juga berlangsung tertib dengan prioritas layanan bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

Dari sisi kesehatan, pemerintah memastikan seluruh jemaah memperoleh layanan optimal. Petugas kesehatan disiagakan di berbagai titik, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data sementara, kata Maria, sebanyak 906 jemaah menjalani rawat jalan, 25 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 30 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Adapun 24 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Selain itu, Maria menegaskan bahwa layanan konsumsi juga terus berjalan. Sebanyak 213.967 boks makanan telah didistribusikan kepada 29.834 jemaah. Layanan ini didukung oleh 23 dapur yang beroperasi di Madinah.

"Untuk akomodasi, sebanyak 29.925 jemaah telah menempati 38 hotel dari total 100 hotel yang disiapkan. Seluruh hotel tersebut berada di kawasan Markaziah, yang berdekatan dengan Masjid Nabawi," katanya.

Maria mengimbau jemaah untuk memanfaatkan waktu ibadah di Masjid Nabawi tanpa terburu-buru kembali ke hotel setelah salat. Tak hanya itu, jemaah juga diminta untuk menghafal nama dan nomor hotel serta selalu membawa kartu nusuk saat beraktivitas.

“Kartu nusuk merupakan identitas penting yang harus selalu dibawa oleh jemaah,” kata Maria.