Fahri Hamzah Sebut Banyak Kontraktor Bangun Rumah di Atas Sawah
Abdul Rahman Ahdori
LOMBOK BARAT, (ERAKINI) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menyoroti maraknya pembangunan perumahan di atas lahan sawah. Hal ini disampaikan Fahri saat kunjungan kerja ke kawasan perumahan baru di Mavilla, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (27/12/2024).
Fahri menegaskan bahwa mengalihfungsikan lahan sawah menjadi perumahan adalah langkah yang keliru dan harus dihentikan. Menurutnya, sawah memiliki peran yang sangat vital dalam ketahanan pangan nasional dan perlu dilindungi.
"Kita menghadapi kenyataan bahwa penduduk Indonesia terus bertambah. Tahun 1984, jumlah penduduk kita sekitar 135 juta, sekarang hampir 300 juta. Orang memang butuh rumah, tapi jangan sampai sawah kita jadi tempat perumahan. Kalau sawah habis, padi mau ditanam di mana?" tegas Fahri.
Lebih lanjut, Fahri menjelaskan bahwa selain sebagai tempat bercocok tanam, sawah juga berperan penting dalam menjaga kestabilan sistem irigasi. Ia mengingatkan bahwa pengalihan fungsi sawah bisa membawa dampak buruk, seperti erosi dan banjir lumpur, yang sering terjadi di lahan pertanian jagung miring.
“Sawah itu stabil. Kalau kita terus alihkan, bukan hanya ketahanan pangan yang terganggu, tapi juga meningkatkan risiko bencana alam, seperti banjir lumpur,” tambahnya.
Fahri juga menekankan perlunya inovasi dalam pembangunan perumahan untuk mengurangi konversi sawah menjadi kawasan hunian. Ia mengusulkan agar pembangunan kota-kota vertikal atau pemanfaatan lahan kurang produktif menjadi solusi yang lebih tepat untuk mengatasi kebutuhan perumahan tanpa mengorbankan lahan pertanian.















