Tanggapi RUU Sisdiknas, PB IKA PMII Dorong Pendidikan Berbasis Output
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengurus Besar (PB) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Seminar Nasional dan FGD dengan tema Meneguhkan Posisi Pesantren di Tengah Sentralisasi Pendidikan dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional di Jakarta Pusat, Senin (12/5/2025).
Ketua Panitia sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Tholabi Kharlie, menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional harus berpijak pada hasil (output) yang ingin dicapai, bukan sekadar pada proses atau input semata.
“Pendidikan itu sebenarnya seperti pabrik. Ada bahan baku, ada proses, dan ada hasil. Yang paling menentukan dalam kebijakan pendidikan adalah output. Kita harus tentukan dulu, mau mencetak manusia seperti apa,” ujar Prof. Tholabi saat menyampaikan laporan.
Menurutnya, parameter output inilah yang seharusnya menjadi acuan utama dalam merancang sistem dan kurikulum pendidikan.
Proses pendidikan, kata dia, melibatkan dua jenis input: instrumental input seperti kurikulum, dosen, dan fasilitas pendidikan; serta internal input yang merupakan kualitas siswa atau mahasiswa sebagai peserta didik.
Prof Tholabi menekankan bahwa intervensi pemerintah seharusnya difokuskan pada instrumental input, seperti penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.


















