Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu, Rabu (3/12/2025). (Foto: BNPB).
PADANG, (ERAKINI) - Banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kembali memutus akses utama yang menjadi jalur distribusi bantuan. Untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB bersama pemerintah daerah kabupaten/kota mengerahkan alat berat dan memperkuat operasi pemulihan di seluruh kawasan terdampak.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dalam siaran resmi yang dilansir dari laman resmi BNPB, Kamis (4/12/2025), kerusakan akibat bencana tercatat luas dan menyebar pada berbagai jenis jalan:
- Jalan kabupaten/kota: 321 titik
- Jalan provinsi: 172 titik
- Jalan nasional: 62 titik
Untuk jalur nasional, 25 unit alat berat sudah dikerahkan di sejumlah titik seperti Solok, Agam, dan Tanah Datar. Perbaikan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional – Kementerian PUPR untuk jalur nasional, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar untuk jalur provinsi.
Selain perbaikan jalan, pemerintah juga memasang jembatan darurat bailey, sebanyak 22 unit yang dibutuhkan di berbagai lokasi, termasuk Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, dan Tanah Datar.
Adapun hingga Rabu (3/12/2025), pembersihan material longsor dilakukan secara serentak di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Solok, dan Pasaman. Di Pesisir Selatan, normalisasi sungai juga dikebut. Contohnya, pembersihan lumpur, batu, dan kayu di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam.
Dengan akses yang kembali terbuka, distribusi bantuan pangan dan non-pangan diproyeksikan akan semakin lancar. BNPB dan pemerintah daerah juga terus memetakan sejumlah titik terisolir di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam untuk percepatan penanganan.
Untuk menjangkau wilayah yang belum bisa ditembus jalur darat, BNPB bersama Basarnas dan TNI mengaktifkan operasi udara. Pada Rabu (3/12/2025) hingga pukul 18.00 WIB, total 6,5 ton bantuan telah diterbangkan menuju:
- Kabupaten Agam: 4,1 ton
- Padang Pariaman: 843 kg
- Solok: 808 kg
- Kota Pariaman: 430 kg
- Pesisir Selatan: 250 kg
Jenis bantuan meliputi sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, susu, obat-obatan, pembalut, pakaian, hingga kasur lipat. Sejak 28 November hingga 3 Desember 2025, total bantuan udara yang sudah disalurkan mencapai 18 ton.
Abdul Muhari menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses adalah kunci memastikan seluruh bantuan dapat tiba tepat waktu ke warga yang paling membutuhkan. Dengan kombinasi pengerahan darat dan dukungan udara, pemerintah berupaya memastikan Sumatra Barat kembali terhubung, aman, dan pulih secepat mungkin di tengah tantangan bencana hidrometeorologi yang berulang.