UKT Mahal, Presiden Terpilih Prabowo: Kuliah di Kampus Negeri Harusnya Gratis
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden terpilih Prabowo Subianto menyoroti semakin mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri. Menurutnya, pendidikan tinggi seharusnya menjadi tanggung jawab negara, dan diberikan secara gratis.
"Seharusnya biaya pendidikan itu adalah tanggung jawab negara, dan seharusnya memang gratis," ujar Prabowo dalam pernyataannya dikutip, Jumat (24/5/2024).
Prabowo menyoroti bagaimana perubahan drastis terjadi dalam sistem pendidikan pasca-Orde Baru. Sebelum tahun 1998, kuliah di universitas negeri terjangkau bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Anak-anak petani pun memiliki kesempatan untuk menjadi insinyur atau dokter.
Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran paradigma yang mengarah pada fenomena liberalisasi. Pendidikan dijadikan sebagai industri yang mengikuti nilai-nilai kapitalisme, di mana segalanya diserahkan kepada sistem pasar. Padahal, pendidikan adalah hak sosial yang seharusnya dipenuhi oleh negara.
"Berpikirnya bahwa semua itu bisa menjadi market. Padahal ini adalah public goods, kewajiban sosial bagi suatu negara," tegasnya.
Prabowo berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan pendidikan tinggi gratis setelah dilantik menjadi presiden. "Ini adalah prioritas yang harus kami pertimbangkan dan kami akan bekerja keras untuk itu," tambahnya.















