Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab), pelantikan pejabat baru, serta kenaikan pangkat 23 perwira tinggi (Pati). Foto: Humas Polri
JAKARTA, (ERAKINI) — Unsur pimpinan di Mabes Polri dan Kepolisian Daerah (Polda) resmi berganti. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab), pelantikan pejabat baru, serta kenaikan pangkat 23 perwira tinggi (Pati) Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.
Perombakan besar-besaran di tubuh Korps Bhayangkara ini mencakup 88 perwira tinggi dan perwira menengah yang dimutasi. Dari jumlah tersebut, 70 personel memperoleh promosi atau menempati jabatan baru, termasuk pergantian pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan 19 .
Mutasi tersebut ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penataan organisasi, penyegaran kepemimpinan, serta pembinaan karier personel Polri.
Di tingkat Mabes Polri, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, mulai dari Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), hingga Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Rotasi juga menyasar jabatan Asisten Utama Perencanaan dan Anggaran Kapolri, Asisten Logistik Kapolri, Asisten SDM Kapolri, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam), Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK), Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror, Kepala Divisi Hukum, Kepala Kortastipidkor, serta Koordinator Sekretariat Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.
Pergantian kepemimpinan juga menyasar 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia. Rotasi ini mencakup Polda Metro Jaya, Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perubahan kepemimpinan di jajaran Polda ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di daerah, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Polisi Johnny Eddizon Isir menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi kepolisian.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Sertijab dan pelantikan juga dibarengi dengan Korps Raport kenaikan pangkat terhadap 23 perwira tinggi Polri. Dari jumlah tersebut, tujuh perwira naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen), 14 perwira naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen), dan dua perwira naik menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen).
Tujuh perwira yang naik pangkat menjadi Komjen Pol adalah Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, dan Rudi Darmoko.
Sementara itu, perwira yang naik pangkat menjadi Irjen Pol diantaranya Agus Dwi Hermawan, Putu Putera Sadana, Hendra Kurniawan, Tubagus Ami Prindani, Pasma Royce, Yosi Muhamartha, Deni Dharmapala, Sonny Irawan, Rony Samtana, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Adrianto Jossy Kusumo, dan Roy Hardi Siahaan.
Adapun dua perwira yang naik pangkat menjadi Brigjen Pol adalah Anwar Haidar dan M Darwis Debby Hermawan.
Kapolri Tekankan Adaptasi dan Pelayanan Publik
Johnny mengatakan Kapolri mengharapkan seluruh personel yang menerima amanah jabatan baru maupun kenaikan pangkat mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional dan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing.
Para pejabat baru juga diminta melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memastikan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berkesinambungan, baik di tingkat Mabes Polri maupun di daerah.
“Kapolri berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan, menjaga soliditas organisasi, serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Menurut dia, mutasi, sertijab, pelantikan, dan kenaikan pangkat bukan sekadar pergantian posisi maupun peningkatan jenjang kepangkatan. Rangkaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi agar mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” katanya.
Dengan rotasi puluhan perwira dan kenaikan pangkat 23 jenderal tersebut, Polri diharapkan mampu menjaga soliditas internal sekaligus meningkatkan profesionalisme, kinerja, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.