10 Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR Asia 2027, UGM di Puncak
Thomas PulunganJAKARTA, (ERAKINI) — Persaingan perguruan tinggi terbaik di Indonesia belum banyak berubah. Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mempertahankan posisi sebagai kampus nomor satu di Tanah Air dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) Asia 2027.
Sementara Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI) masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Hasil pemeringkatan yang dirilis lembaga internasional Quacquarelli Symonds (QS) pada awal November 2026 tersebut menempatkan UGM di peringkat ke-53 Asia. Capaian ini meningkat dua tingkat dibandingkan edisi sebelumnya yang menempatkan UGM di posisi ke-55.
Tidak hanya UGM, pemeringkatan tersebut juga memperlihatkan peta persaingan 10 perguruan tinggi terbaik Indonesia. Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urutan keempat, disusul Institut Pertanian Bogor (IPB) di posisi kelima.
Berikut daftar 10 kampus terbaik Indonesia versi QS WUR Asia 2027:
1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
2. Universitas Airlangga (Unair)
3. Universitas Indonesia (UI)
4. Institut Teknologi Bandung (ITB)
5. Institut Pertanian Bogor (IPB)
6. Universitas Padjadjaran (Unpad)
7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
8. Universitas Diponegoro (Undip)
9. Universitas Brawijaya (Unibraw)
10. Universitas Sebelas Maret (UNS)
Pemeringkatan QS WUR Asia 2027 mengevaluasi lebih dari 1.700 perguruan tinggi dari 26 negara dan wilayah di kawasan Asia. Sebanyak 116 perguruan tinggi di antaranya berasal dari Indonesia.
Keberhasilan UGM mempertahankan posisi puncak nasional sekaligus memperbaiki peringkat Asia menjadi catatan tersendiri. UGM bahkan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di antara tujuh universitas teratas Indonesia yang berhasil mencatatkan kenaikan peringkat pada edisi tahun ini.
Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya daya saing UGM di tengah kompetisi perguruan tinggi tingkat Asia.
“Hasil ini menunjukkan daya saing UGM yang semakin kuat di tengah dinamika persaingan perguruan tinggi di kawasan Asia,” kata Ova, Jumat (6/11/2026).
Dalam pemeringkatan tersebut, UGM memperoleh skor 82,2. Penilaian QS didasarkan pada sejumlah aspek, mulai dari reputasi akademik, reputasi lulusan di mata pemberi kerja, pengalaman mahasiswa, hingga jejaring dan peluang internasional.
Ova menjelaskan, keberhasilan UGM memperbaiki posisi bukan semata-mata capaian pemeringkatan, melainkan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, peningkatan peringkat tersebut ditopang perbaikan kinerja pada hampir seluruh indikator penilaian dibandingkan edisi sebelumnya.
QS WUR Asia 2027 menggunakan 11 indikator untuk mengukur kualitas dan daya saing perguruan tinggi. Indikator tersebut meliputi Academic Reputation, Employer Reputation, Faculty Student, Staff with PhD, Papers per Faculty, Citations per Paper, International Research Network, International Faculty, International Students, Outbound Exchange Students, dan Inbound Exchange Students.
Dari seluruh indikator tersebut, UGM mencatatkan keunggulan kompetitif di tingkat nasional, terutama pada aspek Staff with PhD, International Students, dan Inbound Exchange Students.
Sementara dari sisi reputasi internasional, posisi UGM juga cukup menonjol. Indikator Academic Reputation menempatkan UGM di peringkat ke-31 Asia, sedangkan Employer Reputation berada di peringkat ke-27 Asia.
Ova menilai capaian tersebut menjadi bukti pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kualitas pendidikan dan kontribusi akademik UGM. Selain itu, hasil tersebut mencerminkan kepercayaan dunia kerja terhadap kompetensi lulusan UGM.
“Capaian tersebut mencerminkan pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kualitas pendidikan dan kontribusi akademik UGM, sekaligus kepercayaan pengguna lulusan terhadap kompetensi alumni UGM,” ujarnya.
UGM pun berkomitmen mempertahankan daya saingnya melalui peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas dan dampak riset, serta penguatan jejaring kolaborasi internasional.
“Ke depan, UGM terus berkomitmen meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi dan memperluas kontribusi akademiknya di tingkat global,” pungkas Ova.


















