Dukung Seruan Kiai Lirboyo soal Keadilan Kasus Haji, Ratusan Santri Sulsel Zikir Khusus untuk Gus Yaqut
Abdul Rahman Ahdori
BARRU, (ERAKINI) - Setelah di Lirboyo, seruan agar kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan diproses secara adil terus muncul di banyak pondok pesantren (ponpes) lain di berbagai wilayah Indonesia. Selasa (3/11/2026) malam, seruan giliran digaungkan oleh para pengasuh Ponpes Al Ikhlas Addary DDI Takkalasi, Barru, Sulawesi Selatan.
Selain mendorong agar kasus yang menyeret mantan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas itu berjalan objektif, Pengasuh Ponpes Al Ikhlas juga menggelar zikir dan pembacaan ratib alhaddad. Kegiatan yang digelar di masjid ponpes ini diikuti oleh ratusan santri dan para ustaz. Setelah pembacaan rattib alhaddad rampung, dilanjutkan dengan doa khusus untuk Gus Yaqut yang dipimpin oleh Pimpinan Ponpes Al Ikhlas AG Mansur Musthafa.
"Zikir bacaan rattib alhaddad dan doa ini kita khususkan untuk Saudara kita Gus Yaqut Cholil Qoumas yang sedang diuji dalam kasus kuota haji. Semoga beliau dimudahkan menghadapinya dan diberi jalan terbaik," ujar Anregurutta Mansur.
Anregurutta juga berharap agar kasus ini segera tuntas dan menemukan kebenaran hakiki. Berpijak dari fakta-fakta persidangan, sudah semakin terang Gus Yaqut tidak melakukan korupsi sebagaimana yang di dakwaan.
"Semoga pula Gus Yaqut terbebas dari berbagai tuduhan-tuduhan atau fitnah dan terbebas dari kezaliman yang menimpanya," harap Anregurutta Mansur yang diamini ratusan santrinya.
Sebelumnya, pada 21 Oktober 2026 lalu, pululuhan kiai sepuh di Indonesia berkumpul di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan ini didasari keprihatinan mendalam para kiai atas penegakan hukum di Indonesia akhir-akhir ini.
Mereka menilai banyak kasus hukum yang terkesan dipaksakan dan tampak tebang pilih dalam penegakannya seperti yang menimpa Gus Yaqut. Para kiai mendorong agar hukum harus digunakan secara berkeadilan dan bermartabat.
















