Per hari ini, Jumat (31/1/2025), Abdul Mu'ti sudah menjabat Mendikdasmen 104 hari. Berikut beberapa terobosan Abdul Mu'ti, dirangkum Erakini Jumat (31/1/2025).
1. Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah
Abdul Mu’ti menggagas pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) untuk siswa sekolah dasar sebagai mata pelajaran pilihan pada tahun ajaran 2025-2026. Pembelajaran coding dan AI ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global.
Menurut Abdul, dengan perkembangan pesat teknologi digital saat ini, keterampilan seperti coding dan AI akan sangat membantu anak-anak Indonesia untuk menghadapi tantangan zaman. Abdul Mu'ti juga menyebut kehadiran dua mapel itu bagian dari digitalisasi pendidikan. Ada banyak hal yang bisa dikembangkan dari mapel coding dan AI, mulai dari kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.
2. Sistem Pelaporan Kinerja Mendikdasmen meluncurkan sistem pelaporan kinerja baru untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah pada 9 Desember 2024. Sistem pelaporan terbaru ini lebih sederhana, praktis dan sangat mudah, jika dibandingkan dengan sistem pelaporan sebelumnya.
Abdul Mu'ti mengatakan, tujuan peluncuran sistem terbaru tersebut bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi dan memberikan kemudahan dalam pengelolaan kinerja, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu perubahan signifikan dalam sistem baru ini adalah pemenuhan kewajiban jam mengajar. Dalam sistem lama, guru diwajibkan mengajar sekurang-kurangnya 24 jam per minggu.
Namun, pada sistem baru, guru tidak lagi harus memenuhi kewajiban 24 jam mengajar tersebut secara ketat. Jam mengajar dapat disesuaikan dengan jadwal dan mata pelajaran yang ada di sekolah. Selain itu, guru dapat memenuhi kewajiban jam mengajar dengan kegiatan lain seperti membimbing siswa, yang juga tercantum dalam UU Guru dan Dosen.
3. Lomba Menciptakan Lagu Anak-Anak
Abdul Mu'ti menaruh perhatian serius terhadap keberadaan lagu khusus anak. Karenanya, ia berupaya agar anak-anak bisa menyanyikan lagu sesuai usianya, dengan mengadakan lomba menciptakan lagu anak-anak. Prof Mu'ti berharap dengan adanya lomba ini jumlah lagu anak-anak akan semakin bertambah, dan anak-anak bisa menyanyikan lagu sesuai dengan usianya. "Jangan sampai anak TK menyanyi lagu Ada Pelangi di Matamu," ujarnya.
4. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Sebagai upaya pembangunan karakter utama bangsa, Mendikdasmen meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Jumat (27/12/2024). Melalui gerakan ini, Mendikdasmen ingin membangun kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia yang dimulai sejak dini. Adapun 7 kebiasaan itu, yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.
5. Deep Learning
Abdul Mu'ti menggagas pembelajaran mendalam atau deep learning untuk meningkatkan kapasitas siswa. Deep learning merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam terhadap materi pelajaran, sehingga proses belajar tidak hanya terpaku pada kuantitas.
Deep learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Deep learning memiliki tiga elemen utama, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning. Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda. Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar. Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.
"Kita akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk para guru terkait penerapan deep learning,” kata Mu’ti saat memaparkan capaian kinerja Kemendikdasmen 2024 dan rencana kebijakan 2025, Selasa (31/12/2024).
6. Senam Anak Indonesia Hebat
Mulai Senin, 6 Januari 2025 bertepatan dengan masuk sekolah setelah libur semester, Mendikdasmen mewajibkan siswa senam pagi sebelum memulai pembelajaran. Abdul Mu'ti secara resmi meluncurkan program Senam Anak Indonesia Hebat saat bernostalgia di Yayasan Al Hidayah Getassrabi di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (5/1/2025).
Senam Anak Indonesia Hebat merupakan program penguatan pendidikan karakter yang digagas oleh Kemendikdasmen bersama Kementerian Agama, dengan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. Abdul Mu'ti berharap senam ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih aktif dan menghindari kebiasaan malas bergerak (mager).
7. Aplikasi Rumah Pendidikan Mendikdasmen meluncurkan Aplikasi Rumah Pendidikan dalam sebuah acara bertajuk Cetak Biru Transformasi Digital Melalui Rumah Pendidikan yang digelar di kantor Kemendikdasmen, Selasa (21/1/2025).
Abdul Mu’ti mengatakan, peluncuran Aplikasi Rumah Pendidikan dilakukan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Rumah Pendidikan menjadi bagian dari layanan pendidikan yang diharapkan memiliki manfaat yang luas kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan.
8. Ubah Sistem Penerimaan Peserta Siswa Baru Mendikdasmen resmi mengganti nama sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Perubahan sistem ini diumumkan Abdul Mu'ti, Kamis (30/1/2025).
Menurut Abdul Mu'ti, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan bagian dari penyempurnaan sistem agar lebih optimal. Perubahan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Perubahan mendasar dalam SPMB terjadi pada tingkat SMP dan SMA. Pada tingkat SMP, terdapat perubahan pada persentase penerimaan siswa baru melalui empat jalur penerimaan. Sedangkan pada SMA, kini penerimaan siswa baru dilakukan lintas kabupaten/kota dan ditetapkan berdasarkan provinsi. Ini menjadi sesuatu yang baru dibandingkan sistem sebelumnya.
Selain itu, Abdul Mu'ti punya 6 program prioritas di Kemendikdasmen. Keenam program prioritas, yakni:
1. Penguatan Pendidikan Karakter
Makan siang bergizi merupakan salah satu program di pendidikan karakter. Ini digabung dengan program pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai untuk guru kelas peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling (BK) dan guru agama, pengangkatan guru BK, dan penanaman karakter tujuh kebiasaan anak Indonesia.
2. Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kemendikdasmen akan memaksimalkan afirmasi pendidikan yang dikelola publik, seperti rumah belajar, pendidikan jarak jauh, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), juga memfasilitasi relawan mengajar.
3. Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Kemendikdasmen juga akan mengurai permasalahan guru dengan menyediakan pendidikan guru minimal Diploma IV/S1, pelatihan kompetensi guru, serta peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi.
4. Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi Mendikdasmen dititipi Presiden Prabowo Subianto untuk mengenalkan matematika sejak dini. Target tersebut akan dirangkum di program prioritas keempat, meliputi pendidikan matematika, sains, teknologi sejak usia dini; pendirian sekolah unggul dan pengembangan sekolah unggul; dan penguatan pendidikan vokasi, kejuruan, dan pelatihan.
5. Perbaikan Sarana dan Prasarana
Saat ini masih banyak siswa harus belajar di dalam kelas yang kondisi bangunannya tidak memadai. Untuk itu, program renovasi sekolah yang sudah tidak memadai akan dimaksimalkan oleh Kemendikdasmen.
6. Pembangunan Bahasa dan Sastra
Program prioritas terakhir yang bakal diusung Abdul Mu’ti adalah pemartabatan bahasa negara, pelindungan bahasa daerah, penginternasionalan bahasa Indonesia, dan peningkatan literasi.
Profil Abdul Mu'ti
Abdul Mu’ti merupakan kader Muhammadiyah. Ia menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2027. Abdul Mu’ti lahir di Kudus, 2 September 1968, dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di pesantren. Abdul Mu’ti mengawali pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum (lulus 1980), Madrasah Tsanawiyah Negeri (lulus 1983), dan Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus (lulus 1986).
Setelah itu, Mu'ti meraih gelar S1 dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1991, S2 dari School of Education, Flinders University of South Australia tahun 1997, Short Course on Governance and Shariah the University of Birmingham tahun 2005, dan S3 dari UIN Syarif Hidayatullah tahun 2008.
Selain aktif di Muhammadiyah, Mu’ti juga pernah menjadi Direktur Eksekutif Centre for Dialog and Cooperation among Civilisation (CDCC) dan menjadi penasihat The British Council, Inggris. Abdul Mu’ti tercatat sebagai orang Asia pertama yang menjabat sebagai Direktur di CDCC.
Abdul Mu’ti juga pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2005-2010, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pusat, dan Wakil Sekretaris tim Penanggulangan Terorisme.
Abdul Mu’ti adalah alumni pertama program Indonesia-Australia Young Muslim Leaders Exchange Program yang pertama kali dirintis tahun 2002. Tahun 2005, Abdul Mu’ti mengikuti International Visitor Leadership Program di Amerika Serikat.
Sebagai penghargaan atas prestasinya di dalam kegiatan internasional dan persahabatan antarbangsa, tahun 2008 Abdul Mu’ti juga mendapat penghargaan Australian Alumni Award kategori Inspiration Award. Abdul Mu’ti lalu dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2 September 2020.
Melihat latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasinya, tak salah jika Presiden Prabowo Subianto menunjuk Abdul Mu’ti sebagai Mendikdasmen.