Ratusan Ribu Ton Beras Impor Berkutu, Anggota DPR: Bulog Harus Bertanggung Jawab!
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, mengkritik pengelolaan cadangan pangan usai ada temuan beras sisa impor yang berkutu di gudang Bulog Yogyakarta. Hindun menyebut seharusnya hal itu tak boleh terjadi.
Hindun Anisah menegaskan bahwa Bulog harus bertanggung jawab atas masalah ini. Menurutnya, klaim bahwa beras dapat difumigasi bukanlah alasan untuk mengabaikan kerugian yang telah terjadi.
"Bulog harus bertanggung jawab atas kerugian ini. Jangan sampai dengan dalih beras bisa difumigasi, lantas dianggap negara tidak merugi. Ini jelas kerugian karena tak layak dikonsumsi," kata Hindun pada Minggu (16/3/2025).
Lebih lanjut, Hindun menduga jumlah riil beras berkutu bisa melebihi 300 ribu ton. Ia menyoroti kurangnya transparansi dari kantor wilayah dan cabang Bulog dalam melaporkan data sebenarnya.
"Bisa jadi lebih ini hitungannya. Bulog aja yang nggak transparan," imbuhnya.
Hindun juga berharap agar jajaran direksi baru Bulog dapat menyusun perencanaan yang lebih matang agar peristiwa serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang jeli dan visioner untuk mencegah kerugian keuangan negara.
"Ini peringatan! Jajaran direksi baru harus lebih jeli dan visioner agar tidak merugikan keuangan negara," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menemukan adanya beras impor berkutu saat melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Yogyakarta. Ia pun menyayangkan temuan tersebut, yang menurutnya merupakan bentuk ketidakadilan terhadap rakyat.
















