Profil Akri Patrio, dari Dunia Lawak ke Mimbar Dakwah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) — Perjalanan hidup Muhammad Akri, yang akrab dikenal dengan nama Akri Patrio, menunjukkan transisi yang tak lazim. Dari pelawak yang wara-wiri di layar kaca bersama grup lawak Patrio, kini ia tampil sebagai pendakwah yang kerap mengisi pengajian di berbagai daerah. Sejak meninggalkan dunia hiburan pada 2015, Akri menempuh jalan berbeda yaitu jalan ilmu dan dakwah.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (19/5/2025), nama Akri mulai dikenal publik sejak era 1990-an lewat trio lawak Patrio yang dibentuk bersama Eko dan Parto pada 1994. Gaya humornya yang khas menjadikan grup ini populer dan langganan program komedi televisi. Sebelum merambah layar kaca, Akri adalah penyiar di Radio SK.
Namun, siapa sangka, di balik sosok komedian, Akri menyimpan latar belakang pendidikan agama yang kuat. Ia lahir di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta, pada 4 Mei 1969. Sebagai putra asli Betawi, Akri menempuh pendidikan dasar hingga menengah di madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda (1981), Madrasah Tsanawiyah Negeri III Pondok Pinang (1984), hingga Madrasah Aliyah Anwarul Hidayah, Pandeglang (1988).
Ia kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), dan meraih gelar Sarjana Pendidikan dalam bidang Bahasa dan Sastra Indonesia pada 1995. Latar akademik ini menjadi bekal penting dalam kiprahnya di dunia dakwah.
Akri pun pernah mencoba peruntungan di dunia politik. Ia menjadi salah satu deklarator Partai Bintang Reformasi (PBR). Pada Pemilihan Umum Bupati Bogor 2013, ia mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi Gunawan Hasan dari jalur independen. Setahun kemudian, pada Pemilu 2014, ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk daerah pemilihan Jawa Barat V.
















