Begini Ternyata Modus Curang 3 Produsen Oplos Beras Premium
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap praktik pengoplosan beras premium yang dilakukan tiga produsen. Lantas bagaimana modus para produsen menjual beras oplosan tersebut?
"Modus operandi yang dilakukan pelaku usaha adalah memproduksi beras premium dengan merek yang tidak sesuai standar mutu," ujar Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf, dalam konferensi pers, Kamis (24/7/2025).
Helfi yang juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, menjelaskan, dalam melakukan kecurangan, para produsen menggunakan dua metode pengemasan, yakni modern dan manual.
Dalam metode modern, produsen cukup mengatur berat beras pada mesin, lalu beras akan keluar secara otomatis dan langsung dikemas. Namun, jika isi beras tidak sesuai dengan label yang dicantumkan, artinya ada kesengajaan dari produsen sejak awal.
“Kalau pakai mesin, mereka yang atur isinya. Jadi, niat jahatnya sudah jelas sejak awal. Tidak bisa bilang tidak tahu, karena apa yang ditekan, itulah isi kemasannya,” tegas Helfi.
Sementara dalam metode manual, pelaku memesan lebih dulu kemasan plastik berlabel beras premium, lalu mengisinya dengan beras yang tidak memenuhi standar.

















