Search

Kemenhaj Libatkan Kiai dan Bu Nyai untuk Kawal Keabsahan Ibadah Haji 2026

JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melibatkan para kiai dan bu nyai sebagai musyrif diny atau pembimbing agama untuk mengawal proses ritual ibadah haji jemaah Indonesia di Tanah Suci. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keabsahan ibadah sesuai syariat Islam.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat melepas Musyrif Dini di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2026).

Para kiai dan bu nyai yang dilibatkan sebagai Musrif atau Mustasyar Dini berasal dari unsur organisasi masyarakat Islam dan pimpinan pondok pesantren. Mereka dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan konsultasi ibadah kepada jemaah haji. 

Adapun tokoh yang terlibat antara lain Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Niam Shaleh, dan KH Cholil Nafis.

"Pelibatan ini menandakan keseriusan Kemenhaj dalam mengawal kepastian ibadah mereka selama menjalankan rentetan ibadah haji, baik di syarat, rukun, wajib, sunnah dan hal lain yang terkait dengan tuntunan ibadah," ujar Gus Irfan.

Gus Irfan menyebut, masih ada jemaah yang membutuhkan pendampingan dan perhatian terkait pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, musyrif dini memiliki peran penting dalam membimbing jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari, ini menilai, terdapat tiga pilar utama sukses haji pada penyelenggaraan haji tahun ini. Pilar pertama adalah sukses spiritual melalui pelaksanaan ibadah sesuai fiqih dan peningkatan iman serta takwa jemaah.

"Hal ini yang menjadi tanggung jawab musyrif dini," ujar Gus Irfan.

Pilar kedua yakni sukses ekosistem ekonomi haji, yang berkaitan dengan pola skema dan daya dukung kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Sementara pilar ketiga adalah sukses peradaban dan keadaban melalui penguatan akhlak serta jejaring antarsesama jemaah.

Gus Irfan mengungkapkan, penguatan akhlak, silaturahim, dan komunikasi yang baik dapat menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan bangsa. Gus Irfan kemudian menegaskan agar musyrif dini tetap berpedoman pada pemberian layanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

"Selamat menunaikan tugas dan semoga diberi kesehatan dan kelancaran serta mendapat ridha dari Allah SWT," ujar Gus Irfan.

Acara pelepasan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Abdullah Kafabihi Mahrus dari Pondok Pesantren Lirboyo. Turut hadir mendampingi Gus Irfan dalam pelepasan tersebut Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo.