Kemenag Bagikan Tips agar Masjid Jadi Tempat Favorit Jemaah
Abdul Rahman Ahdori
BOGOR, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pengelolaan masjid dan musala agar semakin modern, inklusif, serta sesuai dengan kebutuhan zaman. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan penanaman nilai-nilai agama.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan, tantangan masjid saat ini tak kalah besar dibanding masa lalu. Karena itu, takmir masjid dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dituntut untuk lebih kreatif dalam mengelola kegiatan dan fasilitas agar menarik minat jemaah.
“Agar anak zaman sekarang tertarik untuk datang dan berinfak di masjid, maka takmir harus aktif dan proaktif,” ujar Thobib saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kompetensi Takmir Masjid dan Musala yang digelar Subdit Kemasjidan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/10/2025).
Thobib menjelaskan, pengelolaan masjid perlu diarahkan agar lebih inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. Menurutnya, hal ini harus dimulai dari cara pandang pengurus DKM yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat.
“Masjid harus inklusif untuk semua, bukan hanya dijaga secara fisik, tapi juga menjadi ruang pemberdayaan dan kebersamaan,” ujarnya.
Selain itu, transparansi dalam pengelolaan keuangan juga menjadi hal penting. Dia menekankan, pengurus masjid dan yayasan harus memiliki visi yang selaras agar tidak terjadi perselisihan, terutama dalam hal pengelolaan aset.


















