Wamenhaj Dahnil: Integritas dan Meritokrasi Jadi Budaya Baru Kemenhaj
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan integritas dan meritokrasi menjadi fondasi utama dalam membangun budaya kerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sebagai kementerian baru, Kemenhaj dituntut menghadirkan tata kelola yang profesional, akuntabel, serta memperoleh kepercayaan publik melalui kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Pesan tersebut disampaikan Wamenhaj saat menutup kegiatan Entry Program Mutasi ASN Karier Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (23/7/2026).
"Integritas adalah wajah utama Kemenhaj. Ambil seluruh kebaikan yang diwariskan instansi-instansi sebelumnya, tetapi tinggalkan hal-hal yang buruk. Kita sedang membangun budaya baru yang menjadi fondasi kementerian ini," kata Wamenhaj Dahnil dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Wamenhaj Dahnil, kementerian yang baru berdiri tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi yang baru. Yang lebih penting adalah membangun karakter ASN yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada jemaah.
Dia juga menekankan bahwa budaya meritokrasi harus menjadi prinsip dalam pengembangan organisasi. Setiap ASN didorong untuk menunjukkan kinerja, kompetensi, dan kapasitas terbaik sehingga proses penugasan maupun pengembangan karier berlangsung secara objektif, adil, dan berbasis prestasi.
"Di Kementerian Haji dan Umrah, tidak boleh ada ruang bagi budaya yang mengabaikan kompetensi. harus menjadi cara kita bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan berkembang berdasarkan kapasitas serta kinerjanya," ujarnya.

















