Nurmala Kartini Sjahrir, calon Dubes RI untuk Jepang, bersiap mengikuti fit and proper test di Komisi I DPR, Sabtu (5/7/2025). Foto: ANTAR FOTO/Asprilla Dwi Adha
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, proses uji kelayakan ini dilakukan secara tertutup dan dibagi dalam dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Pada hari pertama terdapat 12 calon dubes yang mengikuti uji kelayakan, yang dibagi dalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Sisa 12 calon lainnya akan diuji pada Minggu besok.
“Besok ada dua sesi lagi pukul 10.00 sampai pukul 13.00. Kemudian, pukul 14.00 sampai pukul 17.00,” ujar Utut kepada wartawan, dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, pada uji kelayakan dan kepatutan ini, Komisi I di antaranya mendalami pemahaman calon Dubes tentang negara yang dituju. Setelah sesi tanya jawab, calon Dubes diminta membuat kesimpulan tertulis atas jawaban mereka.
Utut menyebut Komisi I akan melakukan rapat internal guna memeriksa dan menyimpulkan hasil tes. Kesimpulan tersebut selanjutnya diteruskan kepada pimpinan DPR. “Keputusannya hanya tiga: diterima sesuai dengan surat Presiden, diterima dengan pergeseran negara yang dituju. Kita lihat dari jawaban-jawabannya, yang terakhir dikembalikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono menyampaikan bahwa beberapa calon Dubes yang diuji hari ini akan ditugaskan ke negara-negara strategis, seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Singapura, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Slovakia, Belanda, Vietnam, Jenewa, Qatar, Abu Dhabi, dan Brasil.
Dalam proses uji kelayakan ini, Komisi I DPR akan menggali pemahaman para calon mengenai politik luar negeri Indonesia, serta strategi diplomasi yang akan mereka jalankan di negara tempat mereka ditugaskan.
“Kita akan mendengarkan pengalaman mereka selama ini, mungkin juga cara-cara mereka nanti untuk menjalankan diplomasi luar negeri di negara-negara tersebut,” jelas Budi.
Beberapa calon Dubes yang menjalani uji kelayakan hari ini antara lain Dwisuryo Indroyono Soesilo (calon Dubes RI untuk Amerika Serikat); Abdul Kadir Jaelani (calon Dubes RI untuk Jerman); Nurmala Kartini Sjahrir (calon Dubes RI untuk Jepang); Redianto Heru Nurcahyo (calon Dubes RI untuk Slovakia); Umar Hadi (calon Dubes RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa); dan Hotmangaradja Pandjaitan (calon Dubes RI untuk Singapura).
Beberapa nama bukan tokoh asing. Dwisuryo misalnya, ia adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Lalu, Abdul Kadir Jaelani selaku mantan Dubes RI untuk Kanada; serta Nurmala Kartini Sjahrir yang merupakan mantan Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Paraguay dan Uruguay sekaligus adik kandung dari Luhut Binsar Pandjaitan.
Sementara itu, Abdul Kadir Jaelani menjelaskan bahwa ia diminta memaparkan rancangan program kerja yang akan dijalankan jika resmi menjabat. Ia menegaskan bahwa rencana kerjanya merupakan turunan dari visi-misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Astacita.
“Setiap calon menyampaikan rancangan program kerja masing-masing, karena tentu saja setiap perwakilan memiliki karakteristik yang berbeda-beda,” ucapnya.
Sedangkan Nurmala menyebut uji kepatutan dan kelayakan berlangsung lancar. Dalam paparannya, ia menekankan pentinnya peningkatan hubungan bilateral RI-Jepang di berbagai sektor, termasuk ekonomi, perlindungan WNI, hingga kerja sama strategis.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan peluang kerja sama bidang ketenagakerjaan dengan Jepang. “Jepang sudah jauh lebih terbuka dalam hal kerja sama ketenagakerjaan. Momentum ini perlu dimanfaatkan,” kata Nurmala.