Sidang Gus Yaqut Diyakini Kental Kepentingan Politik Jelang Muktamar NU
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Juru Bicara Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), Anna Hasbi, meyakini sidang dugaan korupsi kuota haji tambahan yang menjerat mantan Menteri Agama tersebut, sangat kental dengan kepentingan politik. Sebab kontruksi perkara tidak konsisten dan sidang terkesan dipaksakan.
"Keyakinan saya bahwa ini (kasus Gus Yaqut) adalah permainan politik. Karena kalau dilihat dari narasi yang dimainkan, framing negatifnya gila-gilaan," ujar Anna ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat usia persidangan Gus Yaqut, Selasa (18/9/2026).
Anna meyakini hal tersebut melihat momentum persidangan Gus Yaqut menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar akhir Agustus ini. "Kalau ditanya soal Muktamar NU, sangat jelas kelihatan sekali memang ada kaitannya," tandasnya.
Menurut Anna, sejak awal perkara kuota haji tambahan dibangun dengan narasi adanya kerugian negara hingga Rp1 triliun. Namun, dalam prosesnya nilai kerugian negara yang disebut, berubah menjadi Rp622 miliar.
Anna menilai perubahan konstruksi perkara tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai dasar penanganan kasus sejak awal. Apalagi proses penetapan Gus Yaqut sebagai tersangka terkesan dipaksakan.


















