Warga mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang ambruk pascagempa bumi di Caracas, Venezuela, 25 Juni 2026. (Foto: Reuters).
JAKARTA, (ERAKINI) – Venezuela diterpa bencana besar setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah negara tersebut. Di tengah situasi yang memicu kekhawatiran internasional, Pemerintah Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela berada dalam kondisi aman.
Sebelumnya, dua gempa bumi berkekuatan besar itu menyebabkan sedikitnya 235 orang meninggal dunia dan sekitar 4.300 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana yang memicu kerusakan luas tersebut.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas telah melakukan pemantauan dan pendataan terhadap WNI yang berada di negara Amerika Selatan tersebut. Hasilnya, tiga WNI yang tercatat tinggal di Venezuela dipastikan selamat dan tidak terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa seluruh WNI yang terdata berada dalam keadaan sehat dan aman. Selain itu, fasilitas diplomatik Indonesia di Caracas, termasuk kantor KBRI dan Wisma Duta, juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan.
"Seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta dalam keadaan baik dan seluruh staf dalam keadaan selamat," juru bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Sebagai langkah antisipasi, KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi pascagempa, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun ancaman di wilayah pesisir. Jalur komunikasi darurat juga telah diaktifkan guna memastikan informasi terkait kondisi WNI dapat diperbarui secara berkala.
Menurut Yvonne, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dan mengikuti laporan resmi yang dikeluarkan otoritas Venezuela guna mengantisipasi perkembangan keadaan yang masih dinamis.
Kemlu turut mengimbau seluruh WNI yang berada di Venezuela agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap instruksi yang dikeluarkan pemerintah setempat. Bagi yang memerlukan bantuan darurat, KBRI Caracas menyediakan layanan hotline di nomor +58 4120217263 dan +58 4122340100. Sementara itu, Direktorat Pelindungan WNIKemlu RI juga dapat dihubungi melalui nomor +62 812-9007-0027.
Selain memastikan keselamatan warga negaranya, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada pemerintah dan masyarakat Venezuela atas musibah yang terjadi. Indonesia berharap proses penanganan dampak bencana dan pemulihan kondisi dapat berlangsung dengan cepat.
Sementara itu, Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa besar tersebut diikuti lebih dari 20 gempa susulan. Bencana itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah infrastruktur penting, termasuk bandara internasional utama negara tersebut.
Rodríguez mengungkapkan bahwa Bandara Internasional Maiquetia yang berada di dekat Caracas harus menghentikan operasionalnya akibat kerusakan signifikan yang dialami fasilitas bandara. Penutupan dilakukan demi alasan keselamatan setelah gempa besar merusak sejumlah bangunan di kawasan ibu kota.
Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi nasional, Rodríguez juga mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat bencana tersebut. Ia menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, meski belum merinci jumlah korban meninggal dunia yang telah terdata hingga saat ini.
Otoritas Venezuela masih terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.