Gempa Dahsyat 7,5 SR Hantam Timur Laut Jepang, Ada Peringatan Tsunami, 90.000 Orang Tinggalkan Rumah
Akhmad Baihaqi Arsyad







Memasuki Selasa (9/12/2025) dini hari, JMA menurunkan tingkat peringatan menjadi imbauan kewaspadaan karena ketinggian gelombang diperkirakan lebih kecil dan risiko luapan air dianggap menurun.
Pusat gempa diketahui berada sekitar 80 kilometer dari garis pantai Prefektur Aomori dengan kedalaman 54 kilometer. Berdasarkan skala intensitas seismik Jepang (1–7), guncangan mencapai level “6 atas” di Kota Hachinohe, sebuah kategori yang biasanya membuat orang tak mampu berdiri tegak dan menyebabkan furnitur berat mudah tumbang. Kerusakan pada ubin dinding maupun kaca bangunan lazim terjadi pada level ini.
Hingga pukul 17.00 GMT, lembaga penyiaran NHK melaporkan belum ada konfirmasi mengenai kerusakan besar atau korban meninggal. Seorang pegawai hotel di Hachinohe menyebut beberapa tamu mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit, seluruhnya dalam kondisi sadar. “Sejauh ini, saya menerima laporan adanya tujuh warga yang mengalami luka-luka,” kata Perdana Menteri Sanae Takaichi pada konferensi pers Selasa pagi.
Sejumlah layanan kereta yang dioperasikan East Japan Railway (9020.T) dihentikan sementara di kawasan terdampak. Wilayah yang sama pernah porak-poranda akibat gempa megathrust 9,0 SR pada Maret 2011.
Dalam keterangannya, JMA mengingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih kuat dalam beberapa hari mendatang. Lembaga tersebut juga memperluas imbauan kewaspadaan dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba, yang terletak di sebelah timur Tokyo, mengingat potensi gempa besar masih dapat terjadi dalam kurun satu minggu.
Pihak berwenang memastikan tidak ada gangguan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di bawah pengelolaan Tohoku Electric Power (9506.T) maupun Hokkaido Electric Power (9509.T). Tohoku Electric sempat melaporkan ribuan rumah padam listrik, namun jumlah itu kemudian direvisi menjadi hanya ratusan rumah.
