Mahfud MD: Yang Membagikan Bansos Cukup Lurah
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Bantuan sosial (bansos) yang disebarkan pemerintah jelang Pemilu 2024 menuai sorotan karena dianggap politis. Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menilai bansos seharusnya cukup dibagikan sekelas lurah atau camat.
"Yang membagi bansos itu cukup lurah sebenarnya, cukup camat kalau perlu. Kalau kementerian yang turun tangan, itu Kementerian Sosial. Kalau tidak mau politisasi, maka harus seperti itu," ujar Mahfud dalam acara Tabrak, Prof! di Pos Bloc, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (8/2/2024).
Menurut Mahfud, walaupun mau membagikan bansos pemerintah harusnya tidak fokus di daerah dengan jumlah pemilih terbanyak dalam Pemilu 2024. Bansos harusnya disalurkan kepada rakyat yang benar-benar membutuhkan.
"Saya kemarin ke Bengkulu. Di depan bandara, banyak orang berkumpul. Lalu, ada seseorang yang ngacung (angkat tangan), Pak, saya ini orang miskin, tetapi enggak pernah kebagian bansos. Katanya, presiden bagi bansos ke mana-mana. Lalu, bansos dibagi ke mana? Seharusnya milih (bagi bansos) bukan di tempat banyak suara pemilu, tetapi di tempat desa-desa yang banyak orang miskin," jelasnya.
Mahfud kembali menegaskan bahwa bansos merupakan kebijakan negara, bukan hadiah dari presiden. "Ini harus ditegaskan, karena ada juga para menteri lalu mengatakan, ini dari Presiden Republik Indonesia. Bahkan, ada yang menambahi, ini bapaknya calon wakil presiden lho, sehingga ditempeli, itu tidak boleh," tegasnya.















