Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) - Tantangan baru yang dihadapi bangsa Indonesia di era transformasi digital yaitu maraknya penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, hingga penyalahgunaan teknologi digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo di momentum Hari Lahir Pancasila menegaskan, nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pedoman utama untuk menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi.
Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat, kata dia, telah membuka banyak peluang bagi kemajuan bangsa. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi bersama agar tidak menggerus kohesi sosial dan nilai-nilai kebangsaan.
"Kita masih menghadapi berbagai persoalan seperti penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, penyalahgunaan teknologi serta menurunnya rasa kebersamaan dalam kehidupan kita sebagai bangsa," ujarnya dikutip dari laman resmi Komdigi, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai, tantangan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan kemajuan teknologi. Bangsa Indonesia membutuhkan pijakan nilai yang kuat agar perkembangan digital dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga persatuan nasional.
"Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Pancasila harus terus menjadi pedoman utama. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan, bukan hanya mantra yang kita sebutkan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari," tegasnya.
Pancasila, sejak awal berdirinya bangsa, telah terbukti menjadi perekat yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan keyakinan. Ketika bangsa menghadapi konflik sosial, krisis ekonomi, hingga ancaman disintegrasi, nilai-nilai Pancasila selalu menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan Indonesia.
Oleh sebab itu, Angga mengingatkan agar ruang digital tidak menjadi arena yang memperuncing perbedaan dan memecah belah masyarakat. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, memperluas akses pendidikan, serta membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi seluruh masyarakat.
"Jangan sampai kemajuan teknologi menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur bangsa. Sebaliknya, jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas dan membangun Indonesia yang lebih maju," tegasnya.
Menurut dia, Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila, termasuk dalam aktivitas sehari-hari di ruang digital. Ia mengajak masyarakat untuk menghormati perbedaan pendapat, menjaga kerukunan, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, dan berkontribusi menciptakan ekosistem digital yang sehat.
"Peringatan Hari Pancasila tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan," tegasnya.