Profil Gus Salam, Cucu Pendiri NU yang Pimpin Pesantren Denanyar Jombang
Abdul Rahman Ahdori
JOMBANG, (ERAKINI) - Pesantren telah lama menjadi pilar pendidikan keagamaan di Indonesia. Di antara pesantren berpengaruh di Jawa Timur, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, menempati posisi istimewa. Lembaga yang berdiri sejak 1917 ini kini diasuh KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri.
Dilansir dari situs resminya pada Jumat (12/9/2025), Mamba’ul Ma’arif berdiri di Desa Denanyar, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Jombang. Sejak awal, pesantren ini dibangun untuk mencetak generasi muslim yang berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. KH Bisri Syansuri, bersama KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah, dikenal sebagai trio pendiri NU yang pengaruhnya meluas di dunia Islam Nusantara.
Pesantren Denanyar memadukan pendidikan klasik berbasis kitab kuning dengan kurikulum modern. Visi yang diusung adalah membentuk santri berakhlak mulia, cerdas, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Program pendidikannya meliputi penguatan akhlak, pendidikan agama dan formal, serta penanaman nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Gus Salam sendiri bukan figur baru di lingkungan NU. Kariernya dimulai pada 2002 sebagai pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kota Kediri. Ia kemudian bergabung dengan LBMNU Jombang pada 2009 dan dipercaya menjadi anggota Pengurus Syuriyah Cabang NU Kabupaten Jombang pada 2012.














