Lahir pada 20 Juli puluhan tahun silam, Gus Mahrus bukan hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga akademisi yang menamatkan studi sains dan teknologi hingga meraih gelar Bachelor of Science (BSc). Dia juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan.
Saat ini, ia menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat, serta dipercaya sebagai Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Pengurus Pusat GP Ansor.
Dalam kesehariannya, Gus Mahrus dikenal dekat dengan para santri. Dalam berbagai kesempatan, Gus Mahrus kerap menyampaikan nasihat-nasihat yang menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan Allah, khususnya saat para santri sedang libur di rumah.
Salah satu pesannya yang disampaikan dalam acara Asshiddiqiyah Bershalawat bertajuk Jalsah Qablal 'Uthlah pada Sabtu (31/12/2022) silam. Pada acara itu, Gus Mahrus mengingatkan para santri untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an.
“Jika kalian merasa sebagai santri, jika kalian ingin selalu dekat dengan Allah, jika kalian ingin doa dikabulkan oleh Allah, maka dekatlah dengan Al-Qur'an,” ujar Gus Mahrus.
Gus Mahrus menegaskan, Al-Qur’an harus menjadi pendamping hidup yang dibaca secara rutin, walau hanya satu halaman setiap harinya.
Selain itu, Gus Mahrus juga menekankan pentingnya menjaga shalat, terutama berjamaah, di mana pun berada. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk bakti dan cara membahagiakan orang tua.
“Para santri ketika di rumah dituntut untuk selalu memberi pengaruh positif kepada kerabat-kerabatnya. Salah satu caranya dengan menjaga shalat berjamaah,” tuturnya.
Tak hanya itu, Gus Mahrus juga berpesan agar santri senantiasa menjaga akhlak dan etika selama liburan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Sebagai tokoh muda yang membawa semangat keislaman dengan pendekatan yang lembut namun tegas, KH Mahrus Iskandar menjadi panutan bagi para santri dan umat. Gus Mahrus tidak hanya menjaga tradisi pesantren, tetapi juga membumikan nilai-nilai Islam yang sejuk dan membangun karakter.