JAKARTA, (ERAKINI) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menyebut bahwa istikamah dan konsisten merupakan kunci untuk mewujudkan ketenangan hidup.
Pernyataan dan tausiyah singkat ramadan itu disampaikan ulama asal Jakarta Barat tersebut dalam sebuah video yang diunggah di kanal media resmi Nahdlatul Ulama, seperti dilihat Senin (23/2/2026).
Mulanya, Prof Ishom menjelaskan bahwa dalam kehidupan, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh semangat di awal, melainkan oleh kemampuan bertahan dan menjaga konsistensi.
“Banyak orang yang bisa berlari cepat di garis start. Tetapi banyak yang tidak sanggup untuk melanjutkan langkah sampai garis finish,” ujarnya.
Menurut Prof Ishom, pesan terdalam tentang istiqamah telah ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
Artinya, sesungguhnya mereka yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka istiqamah dan konsisten, maka Allah akan menurunkan malaikat kepada mereka seraya berkata, “Jangan takut dan jangan bersedih.”
Prof Ishom mengatakan, ayat tersebut memberikan motivasi yang luar biasa. Dalam hidup, kata dia, manusia membutuhkan ketenangan, dan istiqamah merupakan cara untuk mewujudkan ketenangan itu.
Artinya, amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus, walaupun sedikit.
Karena itu, Prof Ishom mengingatkan agar tidak meremehkan amalan kecil. Membaca Al-Qur’an satu halaman setiap hari maupun bersedekah dalam jumlah sedikit secara rutin tetap memiliki nilai besar di sisi Allah.
“Sesungguhnya amal yang baik adalah amal yang selalu dilestarikan,” tuturnya.
Guru besar Fakultas Syariah ini lalu mengutip pendapat Abdul Qasim Al-Qusairi yang menyatakan, Al-istiqomatu khairu min al-fi karomah, bahwa istiqamah lebih baik daripada seribu karamah.
Menurut Prof Ishom, karamah memang merupakan keistimewaan yang dimiliki orang-orang luar biasa. Namun, istikamah justru merupakan keajaiban yang sesungguhnya. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus bangkit ketika lelah dan tidak menyerah ketika jatuh.
“Sebab pada dasarnya, orang yang memenangkan persaingan bukanlah yang hanya semangat di awal, tetapi yang mampu istiqamah dan konsisten sampai akhir jalan hidupnya,” pungkas kiai dengan segudang prestasi ini.